Semua Santri Sudah Divaksin, Ponpes Darul Qur’an Segera Selenggarakan PTM

oleh -
Vaksinasi
Vaksinasi di Ponpes Darul Quran Wal Irsyad. (Istimewa)
iklan golkar Gunungkidul

WONOSARI, (KH),– Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad (Ponpes DQI), yang berlokasi di Dusun Ledoksari, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, akan menjadi salah satu pesantren terbesar yang mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Gunungkidul pada masa Pandemi Covid-19.

Ketetapan untuk melakukan PTM ini dilakukan setelah hari ini, Jumat (3/9/2021), dilakukan vaksinasi kedua kepada 95% santri, pelajar, ustadz serta para pengasuhnya.

Penyelenggaraan vaksinasi di Ponpes yang diasuh KH. A. Kharis Masduqi ini dilaksanakan atas fasilitasi dari Badan Intelejen Negara (BIN) DIY dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul.

Ponpes ini memiliki santri dan pelajar sebanyak 1.410 orang meliputi 946 santri mukim (tinggal di Ponpes), dan 464 non mukim. Di antara yang mukim, 899 santri/pelajarnya, hari ini dilakukan vaksin lanjutan (dosis 2) setelah dosis pertama dilakukan pada beberapa waktu yang lalu.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo menyatakan, dengan pelaksanaan vaksinasi lanjutan dosis 2 ini, praktis tinggal menyisakan 150-an pelajar/santri yang belum tervaksin, karena selebihnya masih anak-anak di bawah usia 12 tahun.

“Terhadap santri yang belum tervaksin, BIN juga sudah mengkoordinasikan untuk diikutsertakan pada vaksinasi pelajar selanjutnya di sekolah atau pesantren terdekat, sehingga dalam waktu dekat 100% santri dan 180 pengasuh, ustadz, maupun para gurunya sudah divaksin,” terang Eko disela-sela acara vaksinasi, Jumat (3/9/2011).

Eko melanjutkan bahwa capaian vaksinasi yang sudah hampir 100% di Ponpes DQI ini, bisa dijadikan contoh model vaksinasi pesantren sebagai syarat pemberlakuan PTM di sekolah dan pesantren lainnya.

“Diharapkan, vaksinasi di DQI ini segera dapat diwujudkan di seluruh sekolah dan pesantren yang ada di Gunungkidul, harapannya Gunungkidul bisa menjadi kabupaten pertama yang akan menerapkan PTM bagi pelajar dan pondok pesantren. Ini komitmen kami, BIN di Gunungkidul,” pungkas Eko.

Sementara itu, Kepala Kemenag Gunungkidul, Sya’ban Nuroni mengatakan, bahwa saat ini ada 36 pondok pesantren yang terdaftar resmi di Kemenag Gunungkidul. Saat ini pihaknya memang sedang mengejar target vaksinasi bagi para santri dan murid Madrasah Aliyah.

“Fasilitasi BIN dan Dinkes ini sangat membantu kami dalam upaya pencapaian target agar PTM bisa segera dilaksanakan,” terang Sya’ban. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar