Sejak Diresmikan, Progres Taman Saptosari Belum Maksimal

oleh -
Pusat kuliner di Taman Saptosari masih sepi Pedagang dan pengunjung. KH/ Kandar.
iklan dispar
Pusat kuliner di Taman Saptosari masih sepi Pedagang dan pengunjung. KH/ Kandar.
Pusat kuliner di Taman Saptosari masih sepi Pedagang dan pengunjung. KH/ Kandar.

SAPTOSARI, (KH)— Sejak diresmikan oleh Badingah pada Juni 2015 lalu, Taman Saptosari belum berkembang maksimal sesuai yang diharapkan. Rest area yang berisi beberapa jenis bangunan realisasi program Quick Win Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI) itu belum keseluruhan bangunan dimanfaatkan maksimal.

Untuk diketahui, rest area terpadu tersebut berisi; kolam bermain wahana air (water boom), shelter bus wisata, taman kuliner, show-room kerajinan, rest area dan panggung hiburan, dengan total biaya pembangunan mencapai 2,5 M dari anggaran keseluruhan 6 M untuk berbagai pembangunan kepariwisataan di Saptosari.

Ditemui, Nardi Utomo, penjual Bakso dan Mie Ayam menuturkan, Ia merupakan satu-satunya penyedia kuliner pengisi salah satu lapak di lokasi Taman Kuliner, sementara ada satu lagi pengisi lapak yang lain berjenis warung kelontong.

“Kalau warung kelontong sejak pertama diresmikan, saya baru beberapa bulan yang lalu, saat ini pembeli masih sangat sepi,” tutur dia, Minggu, (6/3/2016).

Menurut pantauan menunjukkan, pengunjung nampak ramai pada hari libur terdapat di kolam bermain wahana air (water boom) saja, sedangkan show-room kerajinan masih kosong belum terisi. Rest area, menurut Nardi,  selama ini masih jarang menjadi tempat singgah para wisatawan.

Pengakuan Siswanto penjaga retribusi kolam renang mengatakan, kalau hari Sabtu dan Minggu pendapatan berkisar Rp. 500 ribuan, sedangkan hari biasa masih dibawah Rp. 100 ribu. Kecuali, sebut dia,  ada program kunjungan dari sekolah-sekolah.

“Kalau kolam terhitung lumayan, sebenarnya taman kuliner dan show-room disediakan untuk tujuh desa di Saptosari, tetapi belum ada satu pun pengrajin menempati tempat yang disediakan lalu memajang hasil kerajinan atau souvenir,” tambah dia.

Terpisah, Camat Saptosari, Jarot Hadiatmojo saat dihubungi sedikit memberikan keterangan, pihaknya menginformasikan bahwa tim pengelola baru saja terbentuk, ia berharap dengan begitu, pemanfaatan segera optimal. Diakui oleh Bidang kesejahteraan Kantor Kecamatan Saptosari, Suhut Hudi, memang terdapat sedikit kendala dalam proses pemanfaatan.

“Ya ada pihak yang tidak komit dengan kesepakatan,” jawabnya singkat. (Kandar).

Komentar

Komentar