Sehari 5 Warga Meninggal Positif COVID-19, Bupati Nilai Kepatuhan Prokes Menurun

oleh -
Sunaryanta.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. (KH/Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Belakangan ini kasus COVID-19 di Gunungkidul mengalami lonjakan. Tingginya kasus tersebut berasal dari klaster baru yang muncul.

Sebagaimana laporan Dinkes Gunungkidul, penularan yang membuat angka pasien COVID-19 melambung berasal dari klaster tahlilan, klaster pabrik tas, dan klaster ponpes di wilayah Playen. Sementara di kapanewon Panggang ada klaster hajatan dan keluarga.

Tak hanya itu saja, di Karangmojo ada klaster tunangan, lalu yang terbaru ada klaster Rasulan di Tanjungsari.

“Penambahan pada Jumat (11/6/2021) ada 54 kasus positif. Sehingga terdapat 424 pasien saat ini dalam perawatan. Prosentasenya mencapai 11,4 persen,” kata dia.

Bahkan yang membuat kaget, dalam sehari kemarin ada 5 warga meninggal dunia berstatus positif. Menurut dia, angka kematian di Gunungkidul tergolong tinggi. Capaian angka kematian di Gunungkidul tersebut telah menyentuh sekitar 4,5 hingga 5 persen.

Terpisah, sebelumnya Bupati Gunungkidul menyebutkan, terkait lonjakan kasus belakangan ini berkaitan dengan kepatuhan warga masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 mulai menurun.

“Kepatuhan prokes menurun. Warga merasa seakan-akan sudah tidak ada COVID-19,” ujar bupati.

Pihaknya yakin, masyarakat tahu mengenai prinsip-prinsip pelaksanaan Prokes. Akan tetapi masih saja ada yang lengah.

Dengan masih adanya ancaman COVID-19, pihaknya meminta warga untuk tetap menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam kehidupan sehari-hari. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar