Sanggar Pengalasan, Tempat Belajar Dalang Cilik Di Gunungkidul

oleh -
Pementasan Dalang cilik di Sanggar Pengalasan. KH/ Edo
iklan dispar
Pementasan Dalang cilik di Sanggar Pengalasan. KH/ Edo
Pementasan Dalang cilik di Sanggar Pengalasan. KH/ Edo

KARANGMOJO, (KH)— Dalam rangka melestarikan kesenian dan budaya melalui kesenian wayang, Sanggar Pangalasan yang berada di Desa Wiladeg Kecamatan Karangmojo melakukan kegiatan  rutin pementasan dalang cilik yang diikuti oleh 10 peserta dalang cilik yang berada di Gunungkidul.

Pendiri Sanggar Slamet Haryadi mengatakan, sejak berdiri pada 12 September sanggar ini masih aktif menghidupkan sekolah dalang cilik guna memfasilitasi generasi muda dapat mengembangkan budaya lokal pertunjukan wayang kulit.

Slamet menjelaskan, seni memainkan wayang kulit harus tetap eksis terutama di Gunungkidul. Ia mengharapkan kelak ada generasi muda yang mengembangkan dan melestarikan seni wayang kulit melalui profesi dalang tersebut. Ia mengaku pemerintah sudah memberikan perhatian dengan sangat baik melalui fasilitas yang diberikan. Beberapa di antaranya dengan memberikan peralatan gamelan dan perlengkapan karakter wayang.

“Pemerintah Daerah DIY memberikan fasilitas gamelan untuk keperluan pentas dan berlatih. Sedangkan Pemerintah Pusat mendukung dengan memberikan perlengkapan tokoh wayang,” jelasnya, Senin (16/5/2016) siang.

Disamping itu, pemerintah telah banyak memberi kesempatan kepada anak-anak untuk pentas di berbagai acara, baik di tingkat Kabupaten, DIY hingga nasional. Sampai saat ini sudah ada sekitar 53 siswa yang ia latih di sanggarnya.

Sanggar ini merupakan satu-satunya sanggar di Gunungkidul yang eksis dalam memberi pelatihan kepada anak-anak pecinta seni dalang. Siswanya pun berasal dari berbagai kecamatan di Gunungkidul, bahkan dari luar Gunungkidul seperti Wonogiri, Jawa Tengah misalnya.

Joko, salah satu orangtua siswa yang berasal dari Kepek Wonosari mengatakan, sangat berminat untuk mengajak anaknya belajar menjadi dalang. Menurutnya, kiprah sanggar tersebut telah sampai ke luar negeri seperti pernah menjadi duta ke Washington DC, Amerika Serikat. Selain latar belakang anaknya yang memang gemar dengan dunia pewayangan, ia pun berharap anaknya dapat mengembangkan kebudayaan lokal Jawa yang menurutnya kini hampir hilang.

“Awalnya dulu anak saya itu hanya saya belikan kaset wayang dan lama kelamaan ternyata anak saya suka dengan dunia seni wayang. Karena tertarik hingga akhirnya saya sekolahkan di Sanggar Pangalasan ini,” jelasnya. (Edo)

Komentar

Komentar