Ruas Jalur Pintu Masuk Gunungkidul Belum Dipadati Kendaraan Pemudik

oleh -
ilustrasi. Hargodumilah/ bukit bintang, jalur Yogya-Wonosari yang rawan kecelakaan dipastikan sangat padat saat arus mudik/ balik lebaran. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kepadatan kendaraan ruas jalur Jalan Yogyakarta-Wonosari, pintu masuk utama Gunungkidul belum nampak. Kendaraan pemudik yang masuk ke Gunungkidul dinilai masih minim.

Laporan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, Jumat, (29/2/2022) saat melakukan pemantauan di Pos Pengamanan (Pospam) Hargodumilah Patuk.

“Kepadatan lalu lintas oleh kendaraan pemudik belum nampak. Laju kendaraan ukup lancar,” kata Rakhmadian.

Pihaknya sebelumnya memprediksi, Kamis malam sebelumnya ruas jalan tersebut akan mulai dipenuhi kendaraan pemudik. Namun, dari pantauan terkini, kedatangan kendaraan dari arah Yogyakarta belum terlihat signifikan.

“Kendaraan plat luar kota serta yang membawa barang bawaan di atas atap mobil baru sedikit yang melintas,” ungkap Rakhmadian.

Dia menduga kedatangan pemudik tiba di Gunungkidul sedikit terlambat karena adanya kemacetan di jalur tol utara Jawa.

“Puncaknya kemungkinan Sabtu, (30/4) hingga Minggu, (1/5) nanti,” ujarnya.

Bersama jajaran Polres Gunungkidul, petugas Dishub melakukan pemantauan dan pengamanan. Diantaranya dengan membuat pos-pos di titik rawan kemacetan. Pos pengamanan ada 5 titik serta 2 lainnya berupa pos pelayanan.

Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Griavinto Sakti menyebutkan, ruas jalan yang melintasi Patuk memang menjadi salah satu fokus perhatian petugas pada Operasi Ketupat Progo kali ini.

Operasi digelar bertujuan mengamankan dan memperlancar lalu lintas pemudik, jalur wisata dan menekan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.

Senada dengan Rakhmadian, berdasar pantauannya, kendaraan pemudik yang datang memang masih landai. Dugaan dia, pemudik ssbagian datang lebih awal.

“Demikian juga pada jalur pintu masuk ke Gunungkidul yang lain, belum terjadi kepadatan kendaraan yang signifikan,” tukas AKP Martinus. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar