Ratusan UKM Terima Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha dari PNM Yogyakarta

oleh -
Pnm yogyakarta
Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha dari PNM Yogyakarta. (KH/ Kandar)

GUNUGKIDUL, (KH),— Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Yogyakarta menggelar pelatihan Pengembangan Kapasistas Usaha bagi ratusan nasabah atau Usaha Kecil dan Menegah (UKM) di Gunungkidul. Pelaksanaan pelatihan diselenggarakan di Hotel Santika di Kapanewon, Playen Rabu (14/9/2022).

Pemimpin Cabang PNM Yogyakarta, Azis Junaidi menyampaikan, pelatihan diberikan kepada nasabah PNM kelompok usaha MEKAAR sebanyak 300-an orang.

“Materi yang diberikan PNM berupa sosialisasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pemasaran lewat media sosial,” kata Azis disela acara.

Pelatihan, Azis menambahkan, akan berkesinambungan. Artinya setelah menerima modal intelektual, nasabah juga akan menerima modal sosial serta finansial. Pelatihan tersebut menyasar semua kalangan usahawan dari berbagai kelompok usia, mulai dari 18 tahun hingga 60 tahun. Pelatihan serta fasilitasi yang sama juga diberikan PNM kepada nasabah di Kabupaten Sleman, Kulonprogo, Bantul, Kota Yogya hingga Klaten.

Dengan pelatihan Azis berharap, kelak dapat mengantarkan nasabah yang sebelumnya masuk kategori keluarga pra sejahtera menjadi keluarga sejahtera.

Pelatihan yang dibuka oleh anggota DPR RI, Subardi ini bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM termasuk Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul. Salah satu sub materinya berupa pembuatan serta pengelolaan toko online di marketplace yang telah ada.

“Ragam produk UKM beragam, ada olahan makanan hingga kerajinan tangan. Pelatihan dan pendampingan terus menerus kami berikan, jadi tidak hanya sekali,” tandas Azis.

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menegaskan, kolaborasi dan sinergi dengan lembaga layanan permodalan diantaranya dengan PNM akan terus dilakukan.

“Semoga kelompok usaha masyarakat makin berkembang,” harap Kelik.

Dia mengungkapkan, jumlah UKM di Gunungkidul cukup banyak. Dari pendataan yang dilakukan saat ini telah terinventarisir sebanyak 20.000 UKM. Adapun pendataan yang dilakukan saat ini benar-benar detail. Mencakup lokasi atau titik koordinat, jenis usaha, bahan baku, serta jenis produknya.

“Sampai akhir September nanti bisa masuk sebanyak 25.000 UKM,” tukas Kelik.

Terpisah Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik pelatihan yang digelar PNM.

“Pemberdayaan UKM saya yakini mampu menekan risiko inflasi yang bisa saja terjadi,” katanya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar