Ratusan Siswa Ikuti Seminar Kewirausahaan Di SMAN 1 Playen

oleh -
Pelaksanaan Motivasi Kewirausahaan di SMA N 1 Playen. KH/ Kandar
kadhung tresno
Pelaksanaan Motivasi Kewirausahaan di SMA N 1 Playen. KH/ Kandar
Pelaksanaan Motivasi Kewirausahaan di SMA N 1 Playen. KH/ Kandar

PLAYEN, (KH)— Sebanyak 450-an siswa dari SMA Negeri se- Gunungkidul mengikuti seminar Motivasi Kewirausahaan di SMA N 1 Playen, Sabtu, (17/9/2016).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMA N 1 Playen, Siti Zumrotul Arifah, S. Pd., M. Pd. Dalam sambutanya, beliau menyampaikan bahwa Motivasi Kewirausahaan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan menanamkan nilai-nilai kewirausahaan pada peserta didik. Setelah lulus SMA, diharapkan siswa bisa menjadi wirausahahawan sukses dan mempunyai akhlak mulia yang baik, jujur, tanggung jawab dan pantang menyerah.

Motivasi Kewirausahaan ini dilaksanakan sebagai realisasi action plan setelah ditunjuknya SMA N 1 Playen sebagai Sekolah berbasis Kewirausahaan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan  Menengah.

Disampaikan salah satu guru, Topari, S.T., agenda motivasi kewirausahaan ini bertujuan agar siswa selepas sekolah termotivasi untuk menjadi wirausaha. Selama ini, banyak lulusan dari SMA, entah melanjutkan atau tidak, memiliki pemahaman yang  rendah serta miskin jiwa kewirausahaan.

“Kegiatan ini berkorelasi dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, dimana terdapat mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan,” terang Topari.

Lebih jauh disampaikan, sekarang ini sebagian besar siswa masih terpaku pada mindset apabila lulus kemudian bekerja atau menjadi pegawai, kemudian dalam memperoleh pekerjaan tersebut biasanya pada sektor-sektor tenaga biasa saja.

Dalam skala makro, Indonesia masih kekurangan wirausaha, sehingga diharapkan dengan adanya program ini muncul pemahaman serta keberanian siswa setelah lulus nanti merintis wirausaha.

“Garis besar materi ditekankan kepada bagaimana kita memanfaatkan potensi lokal, misalnya karena Gunungkidul itu mayoritas petani, semestinya generasi muda, berani membangun pola pikir jangan takut dan minder sebagai petani,” jelas guru bidang IT ini.

Sambung dia, tentu saja menjadi petani yang berani mengembangkan hasil pertanian menjadi berbagai olahan pangan berbahan lokal tapi bermutu global.

Seminar yang selesai hingga tengah hari itu mendatangkan dua pembicara praktisi wirausaha. Satu diantaranya adalah alumni SMA N 1 Playen, Fajar Wahid Nurhudaya, yang telah sukses berbisnis agroteknologi selepas lulus dari perguruan tinggi.

“Satunya lagi ialah Zainal Arifin, pelaku bisnis pabrikasi dan pengembang. Mudah-mudahan siswa benar-benar mendapat masukan dan tergugah jiwanya serta tidak lagi bermental pegawai saja,” harap dia. (Kandar)

Komentar

Komentar