SMA N 1 Playen Menjadi Lokasi Studi Banding Bidang Kewirausahaan

oleh
Kegiatan studi banding SMA 1 Plupuh ke SMA N 1 Playen mengenai program kewirausahaan. KH/ Kandar
Kegiatan studi banding SMA 1 Plupuh ke SMA N 1 Playen mengenai program kewirausahaan. KH/ Kandar
Kegiatan studi banding SMA 1 Plupuh ke SMA N 1 Playen mengenai program kewirausahaan. KH/ Kandar

PLAYEN, (KH)— SMA N 1 Plupuh, Sragen mengadakan studi banding ke SMA N 1 Playen mengenai program bidang kewirausahaan, Sabtu, (15/10/2016). Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih dekat program kewirausahaan yang telah terlaksana secara keseluruhan.

“SMA N 1 Playen merupakan sekolah satu-satunya di Gunungkidul yang mendapat bantuan untuk melaksanakan program kewirausahaan melalui kelompok usaha siswa. Kelompok usaha meliputi tiga bidang yakni pengolahan, budidaya dan kerajinan,” kata Siti Zumrotul Arifah M.Pd, kepala sekolah SMA N 1 Playen.

Ditanya mengenai seperti apa program yang telah berjalan pada awal semester ini, kepala sekolah yang baru menjabat 5 bulan ini memaparkan, sebagai subsidi modal, dana dari pemerintah diberikan kepada sebanyak 42 kelompok usaha siswa untuk dikelola.

Bukan hanya soal untung rugi yang ingin diraih, terang Siti, tetapi agar muncul jiwa kewirausahaan pada diri siswa. Jiwa kewirausahaan meliputi tanggungjawab bagaimana menjalankan sebuah wirausaha, bagaimana mengelola, serta membuat laporan kemajuan dan lainnya.

Saat ini beberapa capaian oleh kelompok wirausaha siswa telah didapat, salah satunya kelompok pengolah bahan lokal berupa ketela, hasil produknya dijual di sekolah melalui kantin kejujuran. Selaku kepala sekolah Siti pun tak canggung membantu pemasaran produk karya siswa tersebut melalui berbagai kesempatan.

“Saya coba tawarkan apabila ada acara kelompok arisan kampung dan beberapa pertemuan lain untuk penyediaan snack dari siswa kami,” terang kepala sekolah yang berdomisili di Wonosari ini.

Begitu juga dengan kelompok usaha lain, proses pemeliharaan dan perawatan budidaya lele sebanyak 1500 ekor tiap kelompok dapat berjalan dengan baik. Siswa dengan mandiri membagi tugas jadwal pemberian pakan, dan melakukan kegiatan perawatan lainnya.

“Semua siswa yang masuk kepada kelompok usaha sesuai minat masing-masing diharapkan dapat mengembangkan sendiri dirumah,” harap Siti.

Menurutnya, program kewirausahaan melalui kelompok usaha siswa sangat cocok bagi siswa SMA N 1 Playen. Mengingat latar belakang ekonomi siswa yang beragam, kedepan dapat menjadi pilihan dalam menentukan masa depan siswa setelah lulus, terutama bagi mereka yang tidak dapat melanjutkan kuliah.

Proses studi banding berlangsung lebih lama dari yang dijadwalkan, jadwal 1 jam molor sampai mendekati 3 jam. Hal ini terjadi dikarenakan ada proses dialog yang intensif antara pengurus/pembimbing program kewirausahaan SMA N 1 Playen dengan SMA 1 Plupuh.

Acara diakhiri dengan mengunjungi lokasi-lokasi program kewirausahaan, yaitu kolam lele dan lokasi budidaya sayuran sistem hidroponik. Sebelum pulang, para tamu dari SMA N 1 Plupuh terlihat antusias melihat dan belanja produk kewirausahaan yang dikembangkan oleh SMAN 1 Playen.

“Kami sengaja memilih SMA N 1 Playen sebagai tempat studi banding karena memiliki kemiripan program sekolah yang dikembangkan, yaitu kewirausahaan sekolah,” ujar Sukarno, S.Pd. M.Si. selaku kepala sekolah SMA N 1 Plupuh, Sragen. (Kandar)

Komentar

Komentar