Ratusan Pesawat Tanpa Awak Diterbangkan dari Gading

oleh -
Drone. Sumber :airdrone.be
Drone. Sumber :airdrone.be
Drone. Sumber :airdrone.be

WONOSARI, (KH) — Pesawat tanpa awak atau biasa disebut Unmanned Aerial Vehicle atau dengan kata lain drone akan terbang di langit Gunungkidul besok Kamis (17/09/2015). Ratusan pesawat akan diterbangkan dalam rangka Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2015 di Lapangan Udara (Lanud) Gading, Playen.

Rencananya pesawat-pesawat tersebut berasal dari 71 tim asal 29 universitas dari seluruh Indonesia. Mereka akan menunjukkan kebolehannya mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kontes tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dan Universitas Gajah Mada (UGM). Pada 2015 ini juga penyelenggara bekerja sama dengah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menggelar kegiatan yang bertema Menuju Kemandirian Teknologi Wahana Terbang Tanpa Awak.

Koordinator Dewan Juri, Gesang Nugroho, menjelaskan, jenis divisi lomba meliputi divisi racing jet, terdiri kelas light weight dan kelas heavy weight; divisi fixed wing meliputi kelas monitoring dan kelas mapping; serta divisi vertical take off landing meliputi kelas water based fire distinguiser dan kelas non water based fire distinguisher.

Pada divisi pertama, terangnya, akan dicari pesawat yang mampu menyelesaikan tugas menelusuri lintasan secepat mungkin. Pada divisi kedua, di kelas monitoring akan dicari pesawat yang mampu menjalankan tugas memonitor situasi dan kondisi jalan sepanjang tiga kilo meter yang ia lalui, sekaligus memberikan laporan langsung dengan video streaming kepada operator. Kualitas video akan menjadi salah satu poin penting yang dinilai. Sementara pada kelas mapping, akan dicari pesawat yang mampu memotret area seluas 500 meter x 1.500 meter. Foto yang didapat, akan diolah menjadi sebuah peta. Sejak take off hingga peta jadi, peserta mendapat waktu satu jam. Divisi terakhir, akan menilai kemampuan pesawat dalam mendeteksi keberadaan sembilan titik api, di mana tiga titik api di antaranya dinyalakan secara acak.

“Selain mendeteksi, mereka harus mampu menemukan titik api dan memadamkannya. Ada kelas pemadaman dengan menggunakan air, dan memadamkan dengan media bukan air,” terangnya.

Bagi pemenang kontes tingkat nasional ini, panitia memberikan sejumlah uang pembinaan. Sementara itu, Humas UGM, Wijayanti, menambahkan, bagi masyarakat umum yang akan menonton kontes ini dapat menonton dari manapun di sekitar lokasi kontes. Hanya saja, diharapkan mereka tidak menonton di titik-titik yang telah diberikan garis polisi agar tidak mengganggu jalannya kontes.

“Untuk yang akan menonton kontes dengan membawa drone (salah satu sebutan pesawat tanpa awak), diharapkan memberitahu panitia,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Budi Martono, berharap dijadikannya Lanud Gading, Playen sebagai lokasi KRTI 2015 dapat menambah kunjungan wisata ke Gunungkidul.

Kepala Dinas Operasional Lanud Adisucipto, Letkol Penerbang Bonang Bayu Aji Gautama, menuturkan, Lanud Gading dibuka luas sebagai lokasi pengembangan teknologi kedirgantaraan. Meski demikian, semua pihak diharapkan dapat mendukungnya dengan tertib aturan main dalam menggunakan ruang udara.

Dalam mengoperasikan semua perangkat yang menggunakan ruang udara, telah diatur agar  menggunakan ruang setinggi maksimal 500 feet (1.500 meter). Untuk ketinggian di atasnya, yang sekiranya dimungkinkan bisa mengganggu kegiatan penerbangan reguler dan militer aktif, diwajibkan harus memiliki izin terlebih dahulu.

“Bahkan, kini untuk produksi drone telah dilengkapi dengan chip khusus yang nantinya akan membuat drone otomatis turun, apabila diterbangkan dengan ketinggian tertentu,” ungkapnya. (Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar