Rasulan Padukuhan Gebang Adakan Kirab Budaya

oleh -
iklan dispar

SAPTOSARI, kabarhandayani–Sepertinya sudah menjadi kebiasaan setiap wilayah di Kabupaten Gunungkidul, ketika menggelar acara Rasulan acap kali mengadakan kirab budaya. Tak hanya lingkup desa, pelaksanaan juga dapat dilaksanakan oleh wilayah administratif yang lebih kecil setingkat desa.
Seperti yang dilakukan Padukuhan Gebang, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, meski hanya sekup padukuhan saja, seluruh warga kompak mengadakan kirab untuk memeriahkan tradisi rasulan. Kepala Dukuh Gebang melalui Sungkono selaku tokoh warga menyampaikan bahwa acara digelar atas keinginan seluruh masyarakat.
Pelaksanaan kirab diikuti ratusan warga dari empat RT yang ada di padukuhan tersebut, rangkaian acara tak kalah meriah dengan pelaksanaan tingkat desa pada umumnya, “sejak kemaren telah digelar karawitan, lalu hari ini kirab, kemudian nanti malam pertunjukan wayang kulit,”ujarnya Rabu, 6/8/2014.
Ditambahkan Sungkono, pada penutupan acara juga akan diadakan pentas kesenian campur sari kreasi pemuda setempat. Lebih lanjut ia menyampaikan, kreasi yang ditampilkan masing-masing RT sangatlah beragam serta menampilkan seluruh potensi di wilayah yang berbatasan dengan laut selatan tersebut.
Untuk RT 01 mengarak replika balai dusun, RT 02 berupa tiruan kapal nelayan, kemudian gunungan hasil tani dan laut, serta tiruan hewan sapi menjadi karya RT 03 dan 04. Kirab dimulai pukul 11.00 WIB dengan rute mengelilingi komplek di padukuhan tersebut.
Disampaikan Santosa S.Pd selaku Kepala Desa Kanigoro bahwa seperti lazimnya di wilayah lain, tradisi rasulan merupakan ungkapan rasa syukur setelah musim panen. Ia memuji meski hanya lingkup padukuhan namun Padukuhan Gebang mampu melaksanakan secara swadaya.
“Walaupun berada di pesisir selatan kita juga punya banyak potensi seni, budaya, wisata, serta ekonomi, sedikit banyak ditampilkan pada kirab ini. Semoga dapat menarik stimulan dari Pemerintah daerah sehingga lebih berkembang,” harapnya.(Kandar/Tty)

Komentar

Komentar