Pulang Usai Jalani Karantina Di RS Saptosari, Iswaljiyono Harap Tak Dikucilkan

oleh -
Iswaljiyono. (ist)
iklan dispar

SEMANU, (KH), –Sejumlah pasien yang menjalani isolasi di RSUD Saptosari bisa bernafas lega setelah dari hasil uji swab dinyatakan negatif Covid-19. Salah satunya adalah warga Padukuhan Semanu Selatan,  Desa Semanu,  Kecamatan Semanu, Iswaljiyono. Ia kembali pulang dan dapat berkumpul bersama keluarganya, Selasa, (05/05/2020).

Iswaljiyono yang beberapa waktu lalu menjalani rapid test di Puskesmas 2 Wonosari terindikasi pernah terpapar virus dan harus menjalani isolasi selama 7 hari.  Setelah kembali pulang, Iswaljiyono berharap kepada warga masyarakat agar tidak mengucilkan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), bahkan pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

“Saya berharap sekali mereka (ODP, PDP) jangan dijauhi. Mereka harus tetap ditemani disapa dan diberikan semangat,” ujar Iswaljiyono ketika ditemui di rumahnya.

Dengan demikian, menurutnya, psikis yang kondisinya tidak drop daya tahan tubuh atau imunnya akan kuat dan bisa melawan virus. Menurut Iswaljiyono saat ini masyarakat belum begitu memahami tentang Virus Corona,  sehingga kebanyakan warga masyarakat hanya mengatakan berdasarkan kata orang.

“Jangan sampai mengucilkan, kasihan sekali.  Mereka harus diberi semangat agar kedepan dapat bersosialisasi kembali dan tidak minder,” imbuhnya.

Kepada wartawan Iswaljiyono bercerita, dirinya menjalani isolasi di RSUD Wonosari  berawal pada tanggal 17 April 2020 lalu. Dia menjalani rapid test setelah diduga bersentuhan dengan teman kerjanya yang diduga terkena Covid-19. Hasil rapid tes pertama tersebut menunjukan Iswaljiyono negatif.

“Namun pada rapid tes kedua di Puskesmas Wonosari 2 saya dinyatakan positif. Kelima teman saya dinyatakan negatif, dan setelah itu saya langsung dibawa ke RSUD Saptosari untuk menjalani isolasi selama 7 hari,” terangnya.

Setelah dapat kabar dari pihak dokter bahwa hasil swab negatif Iswaljiyono kemudian diperbolehkan pulang dan menjalani isolasi lanjutan mandiri selama 14 hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr Dewi Irawaty menyebutkan, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menjalani isolasi di RS Saptosari per (5/5) ada 12 orang. Selain itu ada pula yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Saat ini ada 21 spesimen dalam proses uji. Dari 84 yang telah diambil 49 diantaranya keluar negative,” kata dia.

Adapun jumlah ODP mencapai 1013 warga, PDP mencapai 71 orang. Sebagian ada yang dirawat sebagian lain telah melewati masa pemantauan dan pengawasan. (Kandar/R)

Komentar

Komentar