Produksi Dan Pengelolaan Kapasitas Air PDAM Tirta Handayani Belum Seimbang

oleh -
Pelantikan Dewan Pengawas PDAM Tirta Handayani periode 2020 - 2024. (KH)
iklan dispar

WONOSARI, (KH),– Jumlah produksi dan pengelolaan kapasitas air Perusahaan Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul dinilai belum seimbang. Hal tersebut disampaikan Dewan Pengawas PDAM, Edy Praptono periode 2020 – 2024 seusai dilantik oleh Bupati Gunungkidul, Badingah di rumah dinasnya, Kamis, (19/03/2020).

Edy mencontohkan, pada sumber air yang ada di Seropan Kecamatan Semanu masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Menurutnya PDAM saat ini hanya mampu mengelola 120 liter per detik dimana jumlah produksi di Seropan mencapai 360 liter per detik. Terkait kinerja pelayanan PDAM Edy menyebut, yang paling utama adalah cakupan layanan.

“Kemampuan investasi PDAM masih terbatas, sehingga bekerja sama dengan Pemda, Pemprov maupun Pemerintah Pusat. Selain itu, saat ini masih banyak titik sumber air yang harusnya bisa di bor, namun belum dimanfaatkan,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul meminta Dewas segera meningkatkan kinerja pengawasan terkait pelayanan PDAM kepada masyarakat. Menurut Bupati, PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus melaksanakan tugasnya mencari provit.

“Namun selain provit juga harus berorientasi pada sosial. Melayani pelanggan dengan baik maka harus didukung berbagai aspek, seperti kualitas ketersediaan air, jangkauan pelayanan dan yang mendesak yakni peningkatan kualitas manajemen organisaai daerah,” kata Badingah.

Dalam menyelesaikan permasalahan ketersediaan air bersih, Badingah juga meminta Dewas membuat kinerja PDAM harus semakin baik. Dengan demikian kedepannya mampu mewujudkan visi misi BUMD berkinerja unggul dan menjamin kualitas pelayanan serta berkontribusi nyata kepada peningkatan PAD Gunungkidul. (Kandar/ R)

Komentar

Komentar