Peternakan Kelinci ‘Bumi Kayangan Farm’ Masih Kesulitan Penuhi Tingginya Permintaan Pasar

oleh -
Peternakan kelinci Bumi Kayangan Farm. (KH/Padmo)
iklan dispar

WONOSARI, (KH),– “Saya punya angan-angan, ke depan daging kelinci akan menjadi sebuah alternatif pilihan sebagai daging konsumsi umum masyarakat, selain daging sapi, kambing, atau ayam broiler,” demikian kata Satria aji (36) peternak kelinci pedaging mengungkapkan cita-citanya.

Satria Aji (36), Pria kelahiran Bumiayu, Jawa tengah yang menambatkan hatinya kepada Bekti Mulyani, gadis asal Gunungkidul ini tampak sangat yakin dengan pilihannya untuk berwirausaha di bidang peternakan, khususnya peternakan kelinci pedaging.

Di tahun 2017, pria lulusan teknik industri UPN yang selepas kuliah sempat berwiraswasta di Yogya ini, memutuskan untuk berhijrah ke Gunungkidul, ke desa kelahiran sang istri, di Dusun Gondang, Kalurahan Duwet, Kapanewon Wonosari.

Dengan bekal pengalaman dari basic usaha keluarga di Bumi ayu sebagai keluarga peternak dan perikanan, pria yang akrab di sapa Aji ini membuka usaha peternakan Domba. “Waktu itu saya masih mempelajari karakter keadaan Gunungkidul secara umum, usaha apa yang pas yang bisa dijalankan di Gunungkidul,” ujarnya mengawali cerita kepada KH yang bertandang suatu siang belum lama ini ke peternakannya.

“Pertama kali saya mencoba beternak Domba, ada 50 ekor domba yang saya pelihara, dengan sistem penggemukan, saya menyiapkan lahan pakan kurang lebih 1000 meter persegi, di musim hujan pakan tidak ada masalah, tapi ketika memasuki musim kemarau, ketersediaan pakan hijauan mulai ada kendala,  butuh modal yang besar untuk membeli pakan,” cerita Aji panjang lebar.

Padahal, lanjutnya, usaha di bidang peternakan, jika berorientasi kepada profit oriented, bukan sekedar hoby atau tabungan, faktor ketersediaan pakan ini adalah faktor utama, selain hewan ternak itu sendiri.

Setengah gagal di usaha pertamanya, Aji tidak menyerah, dia menjual separuh ternak Domba-nya untuk memulai usaha lagi. Kali ini dengan pertimbangan ketersediaan pakan untuk usaha ternak, Aji menggunakan uang hasil penjualan domba untuk menyewa lahan dan membuat sumur bor di lokasi penanaman pakan. Ada 4 lokasi yang di gunakan Aji untuk sentra penyediaan pakan hijauan untuk ternaknya.

Dengan sumber air dari sumur bor dan sistem penyiraman Springkel, Aji yakin usahanya akan berhasil. Untuk jenis rumput yang ditanam Dia memilih jenis rumput yang berbeda dari yang lain. Petani yang lain memilih jenis rumput Kolonjono atau yang terbaru jenis rumput Odot, namun Aji memilih jenis rumput Napier Pakcong, varietas jenis rumput hijauan pakan ternak dari Thailand.

Dengan segala keistimewaan dari rumput jenis ini, Aji mulai bersemangat untuk mengembangkan usaha peternakannya. Selain Domba, dia mulai merambah ke jenis usaha budidaya Kelinci pedaging. Saat ini ada sekitar 200 ekor kelinci yang dipelihara di kandang Breading miliknya.

Sistem peternakan Kelinci yang dia kembangkan adalah sistem peranakan. Di kandang kolektif yang tersekat-sekat rapi berbahan strimin alumunium ini tampak teratur sekali penempatanya. “Ini indukan yang baru melahirkan, anaknya ada 8 ekor, yang ini yang sudah sapihan, dan ini jantan-jantan dan betina afkir yang sudah siap untuk dijual sebagai pedaging,” Aji menerangkan sambil berkeliling kandang yang lumayan luas.

Komentar

Komentar