Pernah Mengutarakan Niat, Lansia Benar-benar Bunuh Diri

oleh -
ilustrasi bunuh diri
Ayo bantu cegah bunuh diri dengan peduli diri sendiri dan peduli sesama di dekat kita. Foto ilustrasi: Tribunjabar.
iklan golkar idup fitri

WONOSARI, (KH),– Warga Kapanewon Wonosari Gunungkidul ARS melakukan bunuh diri, Kamis, (10/3/2022) dini hari.

Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo menginformasikan sebelum melakukan tindakan bunuh diri, yang bersangkutan sempat mengutarakan niat mengakhiri hidup ke tetangga.

“Diketahui oleh istrinya pada pukul 03.30 WIB. Istri pelaku berniat ke kamar mandi di luar rumah. Tak sengaja melihat ARS gantung diri di pohon nangka,” jelas Kompol Edi.

Dikatakan, saksi sebelumnya sempat melihat dahan nangka roboh. Bersamaan saksi juga melihat jaket berwarna biru. Saat dicek ternyata suami saksi gantung diri.

Usai menerima laporan, petugas kepolisian bersama petugas medis mendatangi lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan tak ada tanda-tanda penganiayaan.

“Meninggalnya ARS murni akibat gantung diri,” terang kapolsek.

Dari penelusuran petugas, ARS diketahui memiliki riwayat sakit paru-paru dan jantung. Sejak sekitar tiga bulan lalu yang bersangkutan sering keluar rumah setelah pukul 24.00 WIB.

***

Catatan Redaksi:

1. Ayo bantu ringankan beban dan pulihkan keluarga terdampak bunuh diri, dan berhentilah mencemooh, mengolok-olok atau menghujat orang/keluarga penyintas dari bunuh diri. Kejadian bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan dan problema kita bersama, dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, pendidikan, agama, jender, dan atribut-atribut lainnya.

2. Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan atau kesejahteraan mental.

3. Menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan problema kejiwaan dengan layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit) atau layanan konseling kepada pemuka masyarakat dan pemuka agama setempat dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar