Pergantian Tahun, Berkah Bagi Pengrajin Terompet

oleh -
Pengrajin Terompet Foto : Juju
kadhung tresno
Pengrajin Terompet Foto : Juju
Pengrajin Terompet Foto : Juju

WONOSARI,(KH) — Menjelang pergantian tahun, menjadi berkah tersendiri bagi perajin terompet di Kabupaten Gunungkidul. Sebab, mereka kini mulai kebanjiran order. Bahkan untuk bisa mencapai target 500 biji per-hari, sejumlah perajin terpaksa menambah karyawan.

Ari Wibowo, salah satu perajin terompet warga Siraman, Wonosari mengatakan, meski pergantian tahun masih sekitar 10 hari lagi, permintaan dari para pengecer mulai ramai.

“Untuk melayani pengecer, kita paling tidak harus mempunyai stok sekitar 7000 terompet berbagai model, stok tahun ini kita naikkan 1000 terompet dari tahun kemarin 6000,”katanya, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (20/12/2104).
Dia menjelaskan, permintaan terompet menjelang akhir tahun mulai dirasakan ada peningkatan sejak sepekan terakhir. Tidak hanya dari pengecer di Kabupaten Gunungkidul, permintaan pesanan terompet bahkan datang dari Kabupaten Bantul.
Ari mengaku, mampu menjual 500 terompet untuk wilayah Gunungkidul setiap tahunnya. Menurutnya, permintaaan dari para pengecer tahun ini, diprediksi lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu.
“Apa lagi jika nanti H-2 hingga malam pergantian tahun tidak turun hujan, kita yakin permintaan terompet akan lebih meningkat lagi,” ujar pria yang telah menekuni kerajinan mainan anak kurang kebih10 tahun ini.
Untuk mengantisipasi permintaan yang melonjak menjelang akhir tahun, Ari memproduksi hingga 7000 terompet berbagai jenis. Ari yang biasanya bekerja hanya dibantu oleh istrinya, harus menambah 3 orang karyawan dalam proses pembuatan terompet.
Ari memproduksi terompet berbagai jenis, mulai terompet pendek, panjang, terompet bentuk naga, kupu-kupu hingga terompet tembak. “ Biasanya di tingkat pengecer, satu terompet dijual mulai harga Rp. 5000 sampai  Rp. 25 ribu rupiah,tergantung jenisnya,” pungkasnya. (Juju)

Komentar

Komentar