Penyebaran Konten Negatif Di Dunia Maya Ancam Kesatuan Bangsa

oleh -
Temu Netizen Jogja di Ponjong, Gunungkidul. KH
iklan dispar
Temu Netizen Jogja di Ponjong, Gunungkidul. KH

PONJONG, (KH),– Perkembangan teknologi informasi berupa internet cukup pesat. Media sosial menjadi sarana persebaran informasi yang cukup pesat. Mampu menyasar banyak penggunanya atau netizen dalam waktu singkat.

Dampak buruk muncul ketika informasi yang tersebar merupakan konten negatif. Sehingga salah satu damapknya berupa perpecahan. Karenanya, menurut Dirjen APTIKA, Samuel Abrijani Pangarepan, persatuan dan kesatuan bangsa terancam dapat terancam.

“Masyarakat agar lebih berhati-hati lagi dalam berekspresi di medsos. Kita bebas berekspresi akan tetapi agar berada pada norma-norma budaya tetap saling menghargai dan menghormati,” ajaknya saat menjadi nara sumber Temu Netizen Jogja di salah satu rumah makan di Kecamatan Ponjong, Selasa, (2/10/2018).

Lebih lanjut dikatakan, dunia siber dapat diakses siapapun. Ekspresi kita akan menjadi sebuah rekam jejak digital yang tidak akan pernah terhapus. Diharapkan, netizen agar lebih meningkatkan kesadarannya pada ruang siber dengan mematuhi Undang-undang ITE.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Setda Gunungkidul, Saptoyo, menyampaikan, Perkembangan teknologi saat ini mampu mengubah segalanya, baik dari segi ekonomi dan sosial serta budaya.

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna terbesar internet adalah generasi zaman sekarang atau anak muda yakni sekitar 49,52 persen. Rata-rata pengguna internet berada pada aktivitas chatting. Karena itu, generasi muda akan lebih rentan terkena imbas isu sara ataupun hoax. Peredaran konten negatif di dunia maya menimbulkan kekhawatiran seluruh elemen masyarakat terhadap potensi ancaman persatuan bangsa.

“Oleh karena itu, melalui forum ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menyebarkan konten positif di dunia maya, gerakan ini merupakan bagian dari komitmen bersama berbagai pihak untuk meningkatkan literasi digital di masyarakat melalui ajakan untuk berbagi kreativitas lewat konten positif dan memanfaatkan internet secara bijak dan bertanggung jawab,” Papar Saptoyo.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H., Kepala Dinas Kominfo DIY, Ir. Rony Primanto Hari, M.T., dan Kepala Dinas Kominfo Gunungkidul, Ir. Purnamajaya, M.U.M. (Kandar)

Komentar

Komentar