Pengusaha Bingung Siasati Kenaikan TDL

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Para pengusaha kecil menengah mengeluhkan dengan adanya Tarif Dasar Listrik (TDL) yang sudah diberlakukan mulai 1 Juli yang lalu. 

Rata-rata pengusaha kecil menengah merasa keberatan dengan adanya kenaikan Tarif Dasar Listrik pasalnya mereka harus berfikir ulang bagaimana cara untuk mensiasati kenaikan tersebut. 

Alex (30) warga Soka, Wunung, Wonosari yang mempunyai usaha warung internet (Warnet) sangat menyayangkan kebijakan pemerintah yang menaikan tarif dasar listrik. Saat ditemui di tempat usahanya Sabtu (05/06/14) Ia mengungkapkan bahwa dirinya harus berfikir ulang untuk mensiasati kebijakan pemerintah tersebut. 

“Saya harus memutar otak untuk mensiasati hal tersebut, jika tarif warnet ikut naik maka pelanggan juga otomatis semakin sedikit, dan jika tidak dinaikan otomatis pendapatan saya akan turun,” katanya. 

Sebagian pengusaha bingung mensiasati kenaikan tarif dasar listrik, hal ini juga dirasakan Lina (24)  yang mempunyai usaha laundry di Siraman, Wonosari. Menurut Lina kenaikan tersebut sangat membingungkan usaha yang dikembangkannya. “Saya menunggu nanti jika waktu membayar listrik, jika memang mengalami kenaikan yang signifikan mungkin akan diimbangi dengan kenaikan harga,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan tersebut PLN Rayon Wonosari mengungkapkan bahwa PLN Wonosari hanya sebagai pelaksana, pihaknya menjelaskan bahwa kenaikan tersebut berasal dari pusat, dan PLN Rayon Wonosari hanya sebagai pelakasananya. 

“Kami hanya memberitahukan kepada masyarakat sekitar dengan surat yang kami berikan kepada petugas yang mengecek listrik di setiap desa,” ungkap Nur Nuryani selaku Supervisor PLN Rayon Wonosari. (Atmaja/Hfs)

Komentar

Komentar