Pemkab Segera Tertibkan Usaha Laundry

oleh -
Ilustrasi
kadhung tresno
Ilustrasi
Ilustrasi

WONOSARI, (KH) — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan segera menertibkan usaha cuci pakaian (laundry). Sebab,dari jumlah usaha yang ada, rata-rata air limbah hasil cucian langsung dibuang ke saluran pembuangan sehingga detergen yang digunakan dikhawatirkan akan mengotori tanah.

Kepala Kantor Pengendilan Dampak Lingkungan Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, banyak pengusaha laundry yang membuang sisa deterjen langsung ke saluran air hujan. Jika dibiarkan, lama kelamaan tindakan ini akan merusak air tanah.

“Jika tidak mampu membeli mesin pengolahan limbah, pengusaha laundy idealnya memiliki tampungan limbah sendiri, jadi sisa detergen tidak langsung dibuang ke selokan,” kata Irawan, Jumat (22/5/2015).

Ia mengungkapkan,detergen hasil pencucian sebelum dibuang seharusnya diendapkan terlebih dahulu, sehingga bahan kimia, misalnya kandungan fosfatnya tidak merusak tanah. Setelah minimal 2 hari, air tersebut baru boleh dibuang. Limbah detergen juga tidak boleh dibuang di Instalasi Pembuangan Limbah (IPAL) komunal, IPAL terpusat, sungai, maupun saluran air hujan.

“Tampungan pengelolahan sisa detergen bisa dibuat dengan menggunakan drum-drum kecil. Sisa detergen diendapkan sebelum dibuang, karena sisa air ini berbahaya dan merusak unsur tanah,”terangnya.

Lebih jauh Irawan menjelaskan, peraturan daerah nomor 45 tahun 2011 tentang pengolahan air limbah menyatakan air limbah industi sebelum dibuang ke media lingkungan harus diolah terlebih dahulu.”Pengusaha jasa cuci ini akan kita data untuk mempermudah memberikan penjelasan,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Gunungkidul, Azis Saleh mengungkapkan, dari puluhan jasa pengusaha laundy yang ada, baru ada 5 yang memiliki ijin HO (gangguan) yang tercatat di KPMPT.

“Dari tahun 2010, hingga hingga sekarang baru ada lima pengusaha yang mengajukan ijin HO,” katanya.

Aziz mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sat Pol PP, dan Kapedal Gunungkidul untuk segera memetakan dan mengetahui jumlah pengusaha laundy yang ada, sehingga penanganan perijinan dan pengendalian limbah dapat dilakukan.

“Kita akan layangkan surat agar para pengusaha segera mengurus ijin, jika surat tersebut tidak dihirauakan, akan kita lakukan penindakan bersama Sat Pol PP,” terangnya.

Sementara salah satu pengusaha Laundy, Erwin Hidayat mengatakan, pengolahan air limbah sisa detergen sudah ia terapkan. Ia mengaku sudah membuat tampungan sejenis septikteng untuk mengendapkan detergen.

“Sudah kita lakukan pengolahan limbah, ijin ganggunan juga sudah kita urus,” ujar pemilik laundry di jalan baron, Tegalsari ini. (Juju)

Komentar

Komentar