Pembukaan Destinasi Wisata di Gunungkidul Dihadapkan Kondisi Blank Spot

oleh -
diskominfo gunungkidul
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Wahyu Nugroho. (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Setidaknya 7 destinasi wisata di Gunungkidul telah diajukan untuk dilakukan uji coba pembukaan terbatas. Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Harry Sukmono menyebutkan, 7 destinasi yang diajukan sudah memiliki sertifikat CHSE dan QR Code Peduli Lindungi.

“7 destinasi yang dimaksud adalah Pantai Watulumbung, Gunung Ireng, Gunung Gentong, Pantai Baron, Gua Pindul, Gua Kalisuci, serta Bejiharjo Edupark,” kata dia belum lama ini.

Setelah 7 destinasi wisata tersebut diharapkan menyusul destinasi-destinasi lain diuji coba buka. Pengajuannya tentu saja beriringan dengan syarat kepemilikan Sertifikat CHSE dan QR Code Peduli Lindungi mengikuti regulasi yang ada.

Namun demikian, ada kendala serius yang dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul guna operasionalisasi destinasi wisata. Tempat rekreasi terutama pantai, hingga saat ini masih ada yang tidak terjangkau sinyal internet atau blank spot.

Persoalan tersebut tak bisa dianggap remeh. Sebab, dengan prosedur baru pembukaan destinasi wisata berupa penggunaan aplikasi Peduli Lindungi, jaringan internet menjadi fasilitas yang vital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Wahyu Nugroho mengatakan, pihaknya akan berfokus pada penguatan sinyal internet terutama di kawasan wisata yang masih sulit sinyal.

“Kondisi tersebut tak lepas dari kondisi topografi wilayah. Kawasan wisata banyak yang terhalang bukit,” kata Wahyu, Rabu, (6/10/2021).

Dia mencontohkan, Pantai Wedi Ombo di Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo hingga saat ini sama sekali tak ada sinyal. Pihaknya mengklaim, upaya mengatasi kendala sinyal sudah dilakukan, namun, banyak kendala teknis yang dihadapi.

Pihaknya mewacanakan, pemenuhan sinyal di Wedi Ombo akan diupayakan dengan menyambung kabel fiber optic dari titik terdekat.

“Saat ini sudah masuk sampai Kalurahan Jepitu. Kedepan akan dikaji lagi,” imbuh Wahyu.

Terpisah, anggota Pokdarwis Pantai Wedi Ombo, Tugiyanto sangat berharap penyediaan sinyal di kawasan pantai dapat direalisasikan. Menurutnya, tak hanya persoalan dalam rangka pemenuhan prosedur penggunaan aplikasi Peduli Lindungi saja, ketiadaan sinyal juga menurunkan minat wisatawan.

“Selain itu kami juga terkendala jika akan mempromosikan berbagai keunggulan destinasi wisata melalui media sosial. Kami harus mencari lokasi yang terajangkau sinyal jika akan mempublikasikan layanan wisata termasuk event-event yang digelar di pantai,” kata Koordinator Wedi Ombo Surfing Society (WOSS) ini.

Dirinya memberi contoh, pada gelaran kompetisi Surfing skala nasional yang pernah digelar beberapa kali, kelancarannya terganggu tidak adanya fasilitas sinyal. Publikasi event, komunikasi dengan calon peserta menjadi bagian dari kendala yang mau tak mau harus dihadapi. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar