Para pendiri, kata dia, berjuang di setiap Kecamatan agar dapat membuka layanan pendidikan usia dini. Padahal di tahun-tahun tersebut masih banyak orangtua yang melihat kebutuhan pendidikan dengan sebelah mata. Pendidikan masih menjadi barang mahal dan dianggap belum penting dibanding kebutuhan pokok lainnya.
Sehingga tantangan para pendiri tidak hanya pada bagaimana mendirikan lembaga pendidikan tapi juga menyadarkan masyarakat pada waktu itu untuk menyekolahkan anak-anaknya di Yayasan Pendidikan Pertiwi.
Bulan demi bulan, tahun demi tahun Yayasan Pendidikan Pertiwi semakin berkembang. Seperti TK Pertiwi I Wonosari di Purbosari, Wonosari Kabupaten Gunungkidul, yang berdiri sejak tahun 1976 merupakan bangunan tertua dibandingkan sekolah-sekolah Tk Pertiwi se-Kabupaten Gunungkidul lainnya. Atas kegigihan semua unsur yayasan, animo dan kepercayaan masyarakat agar putra-putrinya bersekolah di lembaga Pertiwi Kabupaten Gunungkidul semakin baik.
Pada tahun ini dari 25 TK Pertiwi, 5 diantaranmya diminta oleh Pemerintah Daerah dijadikan TK Pembina, diantaranya TK Pertiwi Nglipar, TK Pertiwi Tepus, TK Pertiwi Rongkop, TK Pertiwi Semin dan TK Pertiwi.
“Sehingga pada saat ini Yayasan Pendidikan Pertiwi menaungi 20 TK dan KB Paud di seluruh Kabupaten Gunungkidul,” terang Yustina.
Pada kesempatan peringatan hari pendirian juga disampaikan penghargaan bagi pendidik Yayasan Pendidikan Pertiwi yang memasuki masa purna yakni, Daruni Wijiati dan Marsini. Setelah seluruh rangkaian peringatan Ulang Tahun Yayasan Pendidikan Pertiwi terlaksana, agenda ditutup dengan acara ramah tamah dan foto bersama. (Adr)







