Pelaksanaan Ibadah Haji Jemaah Asal Gunungkidul Lancar

oleh -
KBIH Muslimat NU Darul Qur'an salah satu jemaah haji asal Gunungkidul ketika berada di Mina. Foto: Upik.
iklan dispar
KBIH Muslimat NU Darul Qur’an salah satu jemaah haji asal Gunungkidul ketika berada di Mina. Foto: Upik.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul meminta kepada keluarga atau saudara jemaah haji dari Gunungkidul untuk tidak khawatir mengenai kondisi saudara atau keluarga mereka yang sedang melaksanakan ibadah di Arab.

Pihaknya memastikan, sebanyak 361 jamaah haji asal Gunungkidul dilaporkan dalam kondisi sehat. Semua jamaah bisa mengikuti rangkaian ibadah haji. Termasuk melaksanakan puncak ibadah haji, wukuf di Padang Arafah dengan lancar.

“Oleh sebab itu keluarga jamaah haji tidak perlu khawatir berlebihan terhadap kondisi keluarga atau saudara mereka yang tengah beribadah haji,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukotib, Minggu, (3/9) lalu.

Terang Mukotib, informasi kondisi jamaah haji dalam kondisi prima diperoleh secara  berkala  oleh petugas. Untuk itu yang terpenting bagi keluarga di Gunungkidul tetap berdoa untuk kesehatan dan kelancaran ibadah keluarga di tanah suci.

“Jamaah haji asal Gunungkidul sudah berada di Mina, untuk melaksanakan Nafar Sani. Ritual melempar jumrah selama empat hari berturut-turut. Para jamaah haji bermalam selama tiga hari di Mina, dari tanggal 10 Zulhijah sampai 13 Zulhijah,” ungkapnya.

Ditambahkan, diakui saat ini kondisi di Mina dalam cuaca ekstrim. Suhu pada siang hari bisa sangat tinggi, sementara pada malam hari, suhu menurun dan terasa dingin.

“Kami meminta agar para jamaah berada di dalam tenda untuk perlindungan dari terik matahari. Kondisi kesehatan selalu kami monitor, agar semua jamaah haji dalam keadaan baik,” ujarnya.

Menurut Mukotib, Jemaah berada di Mina selama tiga hari untuk melaksanakan Nafar Sani, tinggal di dalam tenda-tenda yang telah disediakan. Setelah melaksanakan Nafar Sani di Mina, para jamaah haji akan bertolak kembali ke Makkah menggunakan angkutan.

“Agar jamaah haji tidak tersesat dan tertinggal petugas dengan cermat melakukan pendataan terlebih dahulu. Mereka akan pulang ke tanah air rencana pada 14 September mendatang,” ungkapnya. (Wibowo)

Komentar

Komentar