Murid Tak Ada Sinyal Dan Tak Punya Gawai, Guru Di Gunungkidul Rela Datangi

oleh -
Guru di Kecamatan Semin datangi murid guna memberikan tugas. (istimewa)
kadhung tresno

SAPTOSARI, (KH),– Pelaksanaan pembelajaran pelajar di Gunungkidul hingga saat ini masih diselenggarakan secara online. Pembelajaran daring ini bertujuan untuk memutus penyebaran Coronavirus Diseae 2019 (Covid-19).

Namun demikian, kegiatan belajar mengajar yang mengharuskan siswa mengaksesnya menggunakan teknologi gawai atau laptop tersebut tak dapat dengan mudah dilakukan.

Sebab, selain keterbatasan jaringan internet di beberapa wilayah, orang tua wali murid siswa ada yang tak memiliki telepon pintar. Sehingga, sebagian guru rela mengantar tugas ke kediaman murid.

Sebagaimana dilakukan Noviyani, guru di MI YAPPI Dondong, Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul ini. Dalam seminggu setidaknya ia tiga kali mengantar tugas ke rumah siswa yang tidak memiliki HP.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Guru Tidak Tetap (GTT) SD Candirejo II, Semin, bernama Pramesti Utami. Berkunjung ke rumah murid harus dilakukan karena keterbatasan akses internet.

Terpisah saat dihubungi, Senin, (11/5/2020) Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengungkapkan, setidaknya laporan yang masuk ke dirinya ada 5 guru yang bersedia mendatangi murid melaksanakan pembelajaran dan menyampaikan tugas.

“Kami akan memberikan apresiasi terhadap guru-guru yang mendatangi muridnya dimasa pandemic,” kata Bahron.

Dirinya meninformasikan, untuk batasan waktu media daring dijadwalkan hingga pertengahan dan jelang akhir Mei 2020. Adapun kelulusan sekolah tingkat SD dan SMP dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2020. (Kandar)

Komentar

Komentar