Meski Belum Ada Kejelasan Penataan, Pokdarwis Pantai Sepanjang Bersikukuh Swadaya Bangun Talud

oleh -
Kerusakan di Pantai Sepanjang, Gunungkidul. dok. Satlinmas Wilayah II Gunungkidul.
iklan dispar
Kerusakan di Pantai Sepanjang, Gunungkidul. dok. Satlinmas Wilayah II Gunungkidul.

TANJUNGSARI, KH.- Pokdarwis Pantai Sepanjang berniat memperbaiki kerusakan talud Pantai Sepanjang secara swadaya. Hal tersebut dilakukan atas respon ketidakjelasan kapan pemerintah daerah melakukan penataan kawasan pantai paska peristiwa gelombang tinggi yang berimbas rusaknya fasilitas pantai.

Ketua Pokdarwis Pantai Sepanjang, Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari, Priyo Subiyo mengatakan, pasca terjangan gelombang yang terjadi beberapa waktu lalu, para pengelola wisata meliputi pedagang menghendaki segera ada realisasi penataan kawasan pantai.

Secara prinsip, pihaknya setuju dengan penataan pantai dalam hal ini perletakan lapak pedagang. Menurut mereka, yang terpenting Pemkab memperhitungkan lahan pengganti dengan kriteria layak dan strategis.

“Kami sudah berkomunikasi dengan anggota terkait dengan rencana pembangunan talud,” ujarnya, Kamis, (25/7/2018).

Pokdarwis sepakat mengumpulkan sejumlah uang untuk keperluan membangun ulang talud di bibir pantai yang porak-poranda diterjang gelombang tinggi. Jika uang terkumpul, pembangunan talud segera dilakukan.

Pihaknya mengaku, selama ini sudah mengikuti sejumlah koordinasi dengan dinas terkait, namun hingga sekarang belum ada perkembangan, khususnya program penataan di Pantai Sepanjang.

Sementara, setahu mereka, wacana penataan untuk Pantai Baron akan dilakukan pada 2020 dan Pantai Kukup pada 2021 mendatang.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti belum bisa memberikan keterangan secara pasti terkait keresahan Pokdarwis Pantai Sepanjang.

“Kami sudah menerjunkan tim berkaitan dengan penataan kawasan pantai. Tim telah meninjau calon lahan relokasi untuk pedagang,” klaim Asti Wijayanti.

Informasi sementara, lokasi penataan meliputi lapak pedagang dan fasilitas pendukung wisata yang lain akan menggunakan lahan SG (Sultan Ground) di kawasan Pantai Sepanjang.

Kami harap semua pihak termasuk warga pesisir maupun pengelola wisata mendukungnya,” tukas Asti. (Kandar).

Komentar

Komentar