Meriahnya Malam Hari Menjelang Rasul Dan Tujuh Belasan

oleh -
Suasana malam hari di Desa Pulutan. KH/ Kandar
kadhung tresno
Suasana malam hari di Desa Pulutan. KH/ Kandar
Suasana malam hari di Desa Pulutan. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Guna menyambut tradisi Rasulan dan peringatan HUT RI ke- 71 beragam kegiatan dilaksanakan oleh masyarakat diberbagai desa dan pelosok dusun.

Secara umum di berbagai wilayah di Gunungkidul akhir-akhir ini banyak menggelar turnamen kampung, baik dalam lingkup desa maupun dusun guna menyemarakkannya. Diruas-ruas jalan juga nampak dipercantik dengan pemasangan bendera, umbul-umbul, dan hiasan yang lain.

Begitu juga dengan di desa yang satu ini, saat malam tiba suasana di Desa Pulutan dipenuhi gemerlap  cahaya lampu kedip yang berada di sepanjang jalur utama. Masyarakat desa yang berada di ujung barat laut Kecamatan Wonosari ini sengaja secara sukarela memasangnya guna menyambut momentum tradisi Rasulan dan Tujuhbelasan.

Sebagaimana disampaikan salah satu warga, Tanto, pemasangan lampu kedip awalnya hanya dilakukan oleh satu hingga dua warga saja, tetapi lama kelamaan warga yang lain mengikuti. Adanya situasi yang berbeda dari biasanya ini membuat banyak warga memilih berkumpul bercengkerama di luar rumah saat malam hari.

“Lebh ramai saat malam hari, banyak warga terutama anak-anak bermain di luar,” kata Budi, warga yang lain.

Inisiatif warga ini mendapat apresiasi dari Kades setempat, Tri Untoro, meski minim kegiatan lomba, pemasangan lampu kedip secara sukarela dapat mengurangi suasana malam yang sepi.

“Kita juga ikutan pasang. Meski nilai swadaya masyarakat belum seberapa kita tetap bangga, semoga memicu kekuatan kebersamaan yang lebih besar,” kata dia. (Kandar)

Komentar

Komentar