Lulusan SMP Sukses Produksi Variasi Motor

oleh -
iklan dispar

PLAYEN,(KH)–Sebagai anak ragil dari 7 saudara, Warijo yang lahir pada tahun 1974, cita citanya tak setinggi langit. Sekolah dasar dilalui dengan lancar, tidak pernah tinggal kelas. Ketika sekolah di SMP juga dilakoni dengan tekun dan rajin belajar. Walaupun harus jalan kaki sampai di sekolah, karena sepeda ontel tidak punya, dan berkat semangat yang tinggi, Warijo dapat menyelesaikan studinya 3 tahun. Dengan bekal ijazah SMP, Warijo berangkat ke Jakarta ikut saudaranya yang sudah lama bekerja di Kota Metropolitan,

 

Dalam usia 16 tahun Warijo  tahun 1993 bekerja berpindah-pindah di Jakarta. Beberapa tempat pernah ia jalani, tetapi belum juga mendapatkan hasil yang cukup. Akhirnya mendapatkan pekerjaan membuat variasi motor dengan penghasilan yang lumayan dan bisa menabung.

 

Setelah bekerja selama 5 tahun, Warijo ketemu jodoh di Jakarta dengan gadis Suwartini yang rumahnya tidak jauh dari rumah Warijo. “Istri saya dari Dusun Ngrongga, dan saya Dusun Puntuk Kulon Desa Ngleri kecamatan Playen.

 

Tahun 2006 ketika Yogya digoyang  Gempa, Warijo memutuskan pulang kampung ke Dusun Puntuk Kulon Desa Ngleri Kecamatan Playen Gunugkidul, untuk  mencoba mandiri membuat variasi motor di rumah sendiri. Hasil kerja di Jakarta digunakan membangun rumah, membelikan motor

 

Dengan modal tekad mandiri Warijo memulai usahanya dengan nama Fareasi Motor. Awalnya fareasi motor dikerjakan sendiri. Produknyapum masih kecil antara 25 set sampai 50 set vareasi motor. Hasil produksi dibawa ke toko variasi motor yang ada di Gunungkidul. Ada 3 toko yang dituju Warijo, Kartika Motor, Prima Motor dan SAE Motor.

 

Kemudian, produknya juga ditawarkan ke Yogyakarta. Ada sekitar 10 toko yang dititipi produk variasi motor. Sambil menunggu kabar tentang barangnya dari toko, ada tamu yang menanyakan, apakah dapat mmbuat bak sampah. Kesempatan itu langsung disanggupi Warijo. Bak sampah karya Warijo dipasang di tepi jalan kota Wonosari. Menurut Warijo asesoris buatannya sudah sampai luar jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irianjaya, Sumatra. Hasil produksinya meningkat, kalau sebelumnya hanya di bawah 100 unit, sekarang bisa 200 sampai 400 unit.

 

Ternyata Warijo tidak hanya memproduksi asesoris/variasi motor saja. Beberapa kolam renang di Yogya maupun di Ponjong Gunungkidul, Waterbyurnya hasil karya Warijo. Bahkan Warijo mulai berinvestasi membuat kolam renang di Dusun Bogor Kidul Desa Playen. Peralatan untuk kolam sudah dibuat, tinggal pasang saja.

 

Menyinggung masalah investasi  pembuatan Kolam Renang, Warijo berharap tidak sampai setahun. Programnya  tahun baru 2015 sudah jadi, karena tenaga dan dananya terbatas, penyelesaiannya menjadi molor. Kolam renang untuk anak-anak ditarget segera beroperasi. Alat-alat untuk kolam renang  sudah siap. Cangkir besar yang untuk Nggebyur anak-anak sudah siap. Dengan usaha  tersebut diharapkan dapat mengurangi pengangguran. (Sarwo/Tty)

Komentar

Komentar