Lomba, Kirab, Dan Wayangan Warnai Rasul 5 Padukuhan Di Logandeng

oleh -
Kirab Rasul di 5 Padukuhan Desa Logandeng di berangkatkan oleh Bupati, pawai ini menjadi salah satu kegiatan memeriahkan tradisi Rasulan. KH/ Bara
iklan dispar
Kirab Rasul di 5 Padukuhan Desa Logandeng di berangkatkan oleh Bupati, pawai ini menjadi salah satu kegiatan memeriahkan tradisi Rasulan. KH/ Bara
Kirab Rasul di 5 Padukuhan Desa Logandeng di berangkatkan oleh Bupati, pawai ini menjadi salah satu kegiatan memeriahkan tradisi Rasulan. KH/ Bara

PLAYEN, (KH)— Periode waktu antara Bulan Mei sampai dengan Agustus merupakan waktu maraknya pelalsanaan sebuah acara tradisional yang khas di wilayah Gunungkidul. Pada periode waktu tersebut, hampir di setiap dusun atau dalam lingkup desa secara bersamaan menggelar tradisi Rasulan atau Bersih desa atau dusun.

Sebagai pengisi gelaran tradisi rasulan saat ini beragam kegiatan diadakan untuk memeriahkannya. Seperti yang dilaksanakan 5 padukuhan di Desa Logandeng ini, secara bersamaan pernak pernik kegiatan digelar melengkapi ritual yang konon merupakan wujud syukur atas hasil panen atau hasil apapun dari setiap usaha yang dijalankan masyarakat.

Kelima padukuhan tersebut diantaranya Glidag, Siyono Wetan, Siyono Kidul, Siyono Tengah dan Siyono Kulon, mereka serempak menggelar berbagai kegiatan sejak 11 Juli lalu, hingga puncak penutupan acara berlangsung pada Senin, (8/8/2016) malam berupa pagelaran wayang kulit.

“Turnamen Voli, Bulutangkis, pagelaran seni uyon-uyon, lalu kirab serta diakhiri wayang kulit,” kata Lasiyo kepala Padukuhan Siyono Kulon disela persiapan ritual inti Kenduri rasulan, Senin, (8/8/2016).

Dirinya memaparkan, peserta dari kelima padukuhan yang menjadi peserta kirab terbagi kedalam kelompok-kelompok seni meliputi reog, Jathil, shalawatan, keprajuritan Lombok Abang, lalu kelompok potensi ekonomi seperti peternakan, pertanian serta perkebunan.

Selain itu, setiap padukuhan mengarak gunungan hasil bumi dengan menempuh rute yang telah ditentukan dengan mengambil start dan finish di panggung kehormatan yang berada di Padukuhan Siyono Kulon.

Pada pelaksanaan kirab, Bupati Gunungkidul berkenan membuka dan memberangkatkan peserta pawai. Seperti yang diungkapkan dalam berbagai kesempatan dia berpesan agar adat tradisi warisan yang ada untuk dijaga dan dilestarikan.

“Rasulan merupakan tradisi turun temurun, harap dijaga dan dilestarikan,” kata dia. (Kandar)

Komentar

Komentar