Lampu Bu Yati Laris Manis Dibeli Penerima Dana PSKS

oleh -
Lampu listrik dagangan Bu Yati di depan Kantor Pos Playen laris dibeli para penerima dana PSKS. Foto: Sarwo.
iklan dispar
Lampu listrik dagangan Bu Yati di depan Kantor Pos Playen laris dibeli para penerima dana PSKS. Foto: Sarwo.
Lampu listrik dagangan Bu Yati di depan Kantor Pos Playen laris dibeli para penerima dana PSKS. Foto: Sarwo.

PLAYEN,(KH)— Pencairan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) tahun 2015 di Gunungkidul, khususnya di kecamatan Playen mempunyai dampak positif bagi warga yang berprofesi sebagai pebisnis atau pedagang. Ada beberapa pedagang yang menggelar lapaknya di dekat Kantor Pos Playen, tempat di mana warga penerima program tersebut mencairkan dananya. Ada yang berjualan alat pertanian, alat pertukangan, bahkan ada yang jual bohlam listrik.

Seperti Bu Yati, perempuan dari Nglipar ini tak ketinggalan berusaha mendapatkan rejeki dari warga yang mencairkan dana PSKS Rp 600 ribu per RTS (rumah tangga sasaran). Dengan menggelar dagangan elektronik berupa bohlam/neon listrik, lampu senter, dan lampu emergensi (lampu yang menyala ketika sambungan PLN turun).  Harga dagangan yang ditawarkan bervariasi tergantung wattnya. Semakin besar watt-nya semakin mahal.
“Pak, Bu, Mas. Lampu ini lebih awet, tidak mudah putus dan pecah, karena dibuat sistim flat, bukan dibuat dari kawat, penutupnya dari piber tak mudah pecah.” Kata Bu Yati, di tengah kerumunan warga yang menunggu antrian dana PSKS.
Lampu Bu Yati ternyata laris manis. Yang beli bukan hanya penerima dana PSKS, tetapi warga yang mengantar saudaranya. Banyak yang membeli lampu, ada yang beli pompa, ada yang beli gergaji. “ Ini lebih murah mas, kalau di toko harganya saya lihat Rp 80 ribu, ini hanya Rp 50 ribu.” Kata Margono warga Plembutan. Bu Yati juga menjual alat untuk mengasah sabit, senter untuk pelengkap ronda malam.
Ketika ditanya KH, ia menyatakan terus akan menjajakan barang dagangannya kepada pengunjung yang sedang mencairkan dana PSKS di dalam Kantor Pos. Ia mengaku, hasilnya lumayan dapat untung untuk makan. Kalau sepi pencairan dana, ia beralih berjualan keliling mendatangi kantor-kantor untuk menawarkan lampu flat yang menurutnya mulai disenangi warga masyarakat. (Sarwo).

Komentar

Komentar