Lahan Pertanian Abadi di Gunungkidul Mencapai 5.505 Hektar

oleh -
Penanaman padi musim tanam kedua. Foto : Juju
iklan dispar
Penanaman padi musim tanam kedua. Foto : Juju
Penanaman padi musim tanam kedua. Foto : Juju

WONOSARI, (KH) — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan 5.505 ha lahan pertanian abadi yang tersebar di 10 Kecamatan di Gunungkidul. Lahan pertanian abadi ini diharapkan mampu membantu mencukupi lumbung pangan di Yogyakarta.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Gunungkidul, Azman Latif mengatakan, penetapan lahan pertanian abadi tersebut sudah dimasukkan dalam peraturan daerah (perda). Tanah tersebut tidak dapat dialihfungsikan dan hanya digunakan untuk kepentingan pertanian.

“Lahan pertanian ini tidak bisa dialihfungsikan untuk kegiatan industri atau pun perumahan. Khusus untuk pengembangan pertanian,” katanya usai mengikuti penanaman padi, musim tanam kedua di Desa Plembutan, Kamis (9/3/2015).

Dijelaskannya, lahan pertanian abadi di Gunungkidul tersebar di 10 kecamatan. Pihaknya belum bisa mejelaskan secara detail di mana letak lahan tersebut, sebab saat ini Dinas TPH Gunungkidul sedang bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan pemetaan.

“Nanti, jika semua lahan sudah berhasil ditemukan, akan kita pasang plat papan nama, sehingga masyarakat tahu lahan tersebut tidak bisa dialihfungsikan,” terangnya.

Lahan abadi, terang Azman, memiliki beberapa kriteria di antaranya memiliki tanah yang subur dan di area lahan tersebut terdapat saluran irigasi. Saluran irigasi yang ada dapat berfungsi sepanjang tahun.

Azman menjelaskan, luas lahan pertanian di Gunungkidul mencapai sekitar 19 ribu hektar. Lahan tersebut terdiri dari 12 ribu hektar lahan persawahan dan 7 hektar lahan kering. “ Untuk 5.505 hektar lahan pertanian abadi ini dihitung berdasarkan perhitungan dengan kabupaten lain,” katanya.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP) Yogyakarta Suparjono mengatakan, dalam rangka meningkatkan produktifitas pertanian, pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap petani.

Dengan menggunakan dana APBD Daerah, Propinsi dan Pusat, pendampingan dilakukan dengan memberikan pelatihan mengatasi hama tanaman dan perbaikan fasilitas pertanian.

“Harapannya gayung bersambut, SDM petani meningkat, fasilitas memadai, sehingga upaya Gunungkidul sebagai salah satu penyangga lumbung pangan di DIY dapat terwujud,” tandasnya. (juju)

Komentar

Komentar