Lagi, Penyakit Jadi Alasan Gantung Diri Di Purwosari

oleh -
Petugas medis melakukan pemerikisaan terhadap jasad pelaku gantung diri. foto: Humas Polsek Purwosari
kadhung tresno
Petugas medis melakukan pemerikisaan terhadap jasad pelaku gantung diri. foto: Humas Polsek Purwosari
Petugas medis melakukan pemerikisaan terhadap jasad pelaku gantung diri. foto: Humas Polsek Purwosari

PURWOSARI, (KH)— Diduga akibat penyakit ambeien tak kunjung sembuh, nenek Pajiyem (76) yang tinggal di Padukuhan Gubar, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari mengakhiri hidup dengan gantung diri, Jum’at, (23/9/2016) dini hari.

Kejadian ini diketahui pertama kali oleh Jumirah, anak korban. Berdasar keterangan Kapolsek Purwosari, AKP Mursidiyanto, melalui Humas Polsek Purwosari, Brigadir Chrismawan kejadian diketahui saksi sekitar pukul 00.30 WIB.

Sebelumnya, kata Chrismawan, pelaku berpamitan akan ke belakang untuk buang air kecil, beberapa saat tidak kembali, anak pelaku curiga sehingga menyusul ke sekitar rumah untuk mencari.

Paijem kaget bukan kepalang, ibunya ditemukan dengan posisi tergantung di pohon kelengkeng di samping rumah tak jauh dari kandang sapi miliknya. Seketika, dalam kondisi panik kemudian ia memanggil suaminya Parjiyo.

“Lantas kejadian tersebut dilaporkan ke Kades Giripurwo, begitu juga ke Polsek Purwosari. Anggota Polsek bersama tim medis Puskesmas Purwosari melakukan evakuasi sekaligus pemeriksaan,” terang Chrismawan.

Sesampainya polisi dan tim medis di lokasi, korban dalam keadaan meninggal dunia sudah di taruh dimeja, karena tali atau selendang putus tidak kuat menahan beban. Berdasar hasil pemeriksaan, pelaku meninggal murni karena gantung diri, tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan kekerasan.

Sambung Chrismawan, upaya pencegahan gantung diri sudah sering dilakukan oleh anggota Polsek Purwosari, melalui perannya baik berbentuk sosialisasi maupun diskusi dan ceramah keagamaan menyertai upaya kamtibmas yang diberikan bhabinkamtibmas setempat.

“Mari sadarkan diri, bunuh diri bukan solusi, bahkan tindakan tersebut masuk dalam larangan agama,” pesan dia. (Kandar)

Komentar

Komentar