Kunjungan Kerja Dewan Mendapat Kritik Pedas

oleh -
iklan dispar
DPRD Gunungkidul bahas Raperda. Foto: Juju.
DPRD Gunungkidul bahas Raperda. Foto: Juju.

WONOSARI,(KH)— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul kembali menggelar kunjungan kerja (kunker). Setelah beberapa saat lalu wakil rakyat ini melakukan kunker di Jakarta dan outbond di Malang, untuk seminggu ke depan, anggota dewan akan menghabiskan waktunya di Pulau Bali.

Wakil rakyat yang makin rajin bepergian ini mendapat kritik pedas dari kalangan mahasiswa dan aktivis Gunungkidul. Mereka berharap ada evaluasi terkait kegiatan kunker, sehingga masyarakat mengetahui anggaran kunker selama satu tahun yang untuk anggota parlemen tersebut.

“Selama ini kunker anggota dewan tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan, jadi perlu dilakukan evaluasi oleh pihak terkait karena kunker ini menggunakan uang negara,”ucap Ketua Ikatan Mahasiswa Gunungkidul Ervan Bambang, Rabu (25/2/2015).

Kritik pedas juga terlontar dari aktivis Jaringan Independent Pemantau Legislatif Gunungkidul Rino Caroko. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat saat ini kritis melihat kinerja wakil rakyat. Di saat bencana banyak terjadi di Gunungkidul, anggota dewan yang dipilih rakyat ini justru meninggalkan Gunungkidul.

“Kunker alasanya melesaikan Raperda, ya kita tunggu saja sama-sama, hasilnya seperti apa. Saat Bencana banyak terjadi di Gunungkidul, harusnya mereka beraaa di tengah masyarakat,” kritik aktivis berkacama ini.

Dihubungi melalui Blackberry Mesanger (BBM), Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengatakan, saat ini pihaknya sudah berada di Pulau Dewata. Mereka akan berkunjung ke tiga lokasi yakni Badung, Gianyar, dan Bangli.

Saat ditanya tujuan ke Pulau Dewata tersebut, Heri mengaku kunker dilakukan untuk membahas tiga Raperda, di antaranya Raperda tentang Perubahan Atas Perda No.9/2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Perubahan atas Perda No. 17/2011 tentang Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah, dan Raperda tentang Penyertaan Modal.

“Kita kunker untuk membahas tiga Raperda. Pulang dari sini (Bali), Raperda akan kita plenokan untuk ditetapkan menjadi Perda,” terang Heri. (Juju)

Komentar

Komentar