Kunci Keberhasilan Yanto Sebagai Produsen Tas

oleh -
iklan dispar

KARANGMOJO, (KH) –Sebelum memiliki usaha tetap sebagai produsen tas, Ia pernah menjalani perjuangan keras dan merasakan pahit getirnya mencari rezeki demi mencukupi kebutuhan hidup. Akrab dipanggil Yanto, dahulu sekitar Tahun 1996 lelaki bersahaja ini bekerja di kota Jakarta sebagai penjahit tas. Krisis yang melanda pada Tahun 1997 membuat banyak perusahaan tutup, termasuk produsen tas di mana Ia bekerja.

 

Dikisahkan, dia bersama puluhan teman sesama penjahit tas asal Desa Bejiharjo pulang kampung. Agar tetap bertahan hidup banyak di antara mereka bekerja serabutan, begitu pula dirinya. Tani, tukang ojek, kerja bangunan, jadi sopir, serta buka warung kelontong pernah Ia geluti.

 

Sebelum akhirnya datang beberpa pemuda meminta kepada Yanto untuk buka usaha pembuatan tas. Sedangkan mereka besedia menjadi tenaganya. Waktu itu Yanto tak memiliki mesin, justru calon pegawai yang membawa mesin sendiri.

 

Dengan modal awal Rp 1,5 juta Ia memutuskan pada tahun 2006 memberanikan diri buka usaha yang kini dinamai Fironica Collection. Awalnya penjahit tetap hanya 2 orang, kini sekitar 40 penjahit tas bergabung dengannya.

 

“sistemnya borongan, mereka ambil bahan ke sini. Bahan yang sudah dijadikan potongan diambil, lalu dikerjakan di rumah. Kalau tenaga pokok masuk tiap hari ada 5 orang,”, katanya ketika ditemui di rumah Grogol V, Bejiharjo, Karangmojo yang merupakani tempat produksi itu, Jumat (7/11/2014).

 

Selain memajang tas buatannya, awal promosi atau pemasaran Ia lakukan sendiri dengan mendatangi sejumlah kantor di lingkungan pemkab dan instansi lain. Ia tawarkan tas produknya, seperti tas sekolah, tas kerja, ransel dan lainnya.

 

Kini kerja kerasnya terbayar, dengan rata-rata produksi sebanyak 5.000 hingga 10.000 buah tas perbulan mampu memberikan kesejahteraan bagi dirinya dan puluhan penjahit tas yang bekerja sama dengannya. Ia menyampaikan beberapa pesan kepada siapapun yang ingin berwirausaha, “Libatkan Tuhan dalam setiap upaya, segeralah memulai, maka kemungkinan berhasil lebih dahulu itu ada,”, tuturnya.

 

Ia menambahkan, bagaimana seharusnya sikap seorang pengusaha itu. “Jangan lupa landasi dengan kejujuran tinggi, sepeserpun jika bukan hak, ya jangan ambil, lalu yakin dan konsisten dengan pilihan usaha tersebut, pasang surut itu pasti,” pungkas mantan Kades Bejiharjo itu penuh semangat mengakhiri perbincangan.(Kandar/Tty)

Komentar

Komentar