Kostum Unik Warnai Kirab Budaya Padukuhan Keruk Banjarejo

oleh -
iklan dispar

TANJUNGSARI, kabarhandayani,– Padukuhan Keruk Desa Banjarejo Kecamatan Tanjungsari sejak dahulu selalu dipenuhi pemuda yang penuh kreativitas seni. Dari seni tradisional hingga musik modern selalu saja terjadi regenerasi di dusun ini tanpa henti.
Seperti pada kirab budaya yang diselenggarakan hari ini, Minggu (31/8/2014), berbagai atraksi seni diselenggarakan dengan meriah berkat partisipasi para pemuda. Bahkan, pemuda yang di rantau pun sengaja pulang untuk bergabung dalam kirab budaya. Acara ini sengaja digelar untuk memeriahkan Rasulan Padukuhan Keruk.
Rasulan dengan kirab budaya ini diselenggarakan secara serentak oleh 4 padukuhan yang meliputi Keruk 1 hingga Keruk 4. Semua pemuda di masing-masing padukuhan mengirimkan perwakilan dalam acara tahunan ini.
Suradi, Kepala Desa Banjarejo menuturkan, konsep rasulan di desa yang dipimpinnya ini memang sengaja dibuat meriah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara semacam ini pernah digelar. Untuk tahun ini kemeriahan acara memang terasa yang paling mendapatkan sambutan dari warga.
“Saya bangga dengan partisipasi warga, khususnya pemuda yang telah menunjukkan kreativitasnya pada siang ini. Saya kira, seribuan pemuda lebih yang turut berpartisipasi dalam acara ini. Konsep sangat menarik, sehingga semua warga Keruk dan sekitarnya merasa terhibur,” terangnya, Minggu (31/8/2014).
Sementara itu, Agung, seorang pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Padukuhan Keruk menuturkan kebanggaannya. Meski harus memanggul topeng kardus, ia tetap bersemangat dan senang melakukannya. Saat kirab, Agus bertugas memerankan tokoh kartun, sehingga sekujur tubuhnya harus dibalut dengan kardus.
“Meski panas dan sumpek di dalam kardus, tapi nggak akan begitu saya hiraukan. Semua lebur dalam acara yang kami nanti-nantikan ini,” ujarnya.
Tak berbeda jauh dengan Agung, para peserta lain pun harus rela dicorat-coret mukanya dan memakai busana serba aneh. Bahkan ada yang harus rela memakai kostum dari karung beras. Ada juga yang mengenakan kostum unik dengan merangkai kertas bekas dengan mahkota kepala yang begitu tinggi terbuat dari kertas bekas pula.
“Semua memang yang unik-unik, sengaja kami konsep seperti ini agar warga tidak merasa jenuh dengan hiburan yang itu-itu saja,” pungkasnya. (Maryanto/Jjw).

Komentar

Komentar