Klarifikasi Kadhung Trisna: Video Viral Bukan Money Politic

oleh -
Sutrisna Wibawa bersama tim pemenangan menyampaikan klarifikasi. (KH)

PLAYEN, (KH),– Paslon No 1, Sutrisna- Ardi memberikan klarifikasi terkait video viral yang beredar yang kemudian menyudutkan mereka. Video seorang pemuda membuka amplop berisi uang Rp 100 ribu dan gambar paslon no 1 ditegaskan bukan money politic.

Video yang beredar di facebook lantas direspon oleh netizen sehingga terbentuk opini bahwa Sutrisna-Ardi melakukan praktik politik uang. Komentar yang umumnya berisi hujatan dilayangkan pengguna media sosial ke pasangan yang diusung 4 parpol tersebut.

Didampingi tim pemenangan, ketua partai koalisi dan tim kuasa hukum, Sutrisna mengungkapķan, pemuda dalam video tersebut bernama Nicolas. Baru saja ia mengikuti pelatihan dan pengukuhan relawan di Kapanèwon Tanjungsari, Gunungkidul. Ia merupakan relawan Kadhung Trisna yang telah lama bergabung.

“Yang bersangkutan baru saja mengikuti pelatihan dan pengukuhan relawan. Sehingga uang tersebut hanyalah transport atau untuk operasional,” tegas Sutrisna Wibawa, Sabtu (5/12/2020) di salah satu resto di Kapanewon Playen.

Menurutnya, terhadap relawan, tim pemenangan sudah sepantasnya memberikan biaya operasional selama relawan bertugas. “Tugas relawan kami ada dua, diantaranya mengenalkan paslon sekaligus memobilisasi masyarakat untuk memilih Sutrisna-Ardi,” jelas mantan Rektor UNY ini.

Tugas kedua, yakni ikut melakukan pengawasan seluruh tahapan Pilkada. Manakala menemukan tahapan Pilkada yang indikasinya melanggar aturan maka wajib melaporkan ke pihak berwenang, penyelenggara Pilkada maupun ke tim Kadhung Trisna.

Kronologi video dibuat Sutrisna uraikan, relawan yang muncul di video baru saja mengikuti pengukuhan. Di tengah jalan relawan itu bertemu orang tak dikenal. Orang tak dikenal tersebut lantas meminta menunjukkan amplop dan isinya sembari mengambil video.

“Tim telah melacak. Upaya hukum akan kami tempuh,” imbuh Sutrisna.

Tim hukum paslon Sutrisna-Ardi, Kardi SH menambahkan, relawan yang muncul divideo telah lama bergabung dengan tim Kadhung Trisna. Kardi menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan calon pemilih bayaran.

“Kami sudah mengantongi nama siapa yang menyebarkan pertama kali. Kami minta segera untuk meminta maaf. Jika tidak upaya hukum kami tempuh,” tegas dia. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar