Ketika ODGJ Masih Jadi Bahan Ejekan dan Guyon Mencemooh

oleh -
Membangun kesetaraan para penyandang gangguan jiwa bersama Pusrehab Yakkum. Dok: KH Files.

KABARHANDAYANI – Salah satu tantangan rumit dan menjadi permasalahan tersendiri dalam penanggulangan masalah kesehatan jiwa adalah masih adanya stigma dalam masyarakat. Stigma (cap buruk) itu tercermin dalam berbagai hal yang dijumpai, mulai dari pembicaraan, sikap, dan perlakuan yang dilakukan kepada orang yang menyandang masalah kejiwaan atau orang yang mengalami gangguan jiwa, dan bahkan sikap dan perlakuan kepada keluarganya.

Jika kita mau bersikap jujur, bukankah perilaku sinis, mengolok-olok, menyebut dengan kata atau kalimat yang merendahkan harkat kemanusiaan masih sering diberikan kepada penyandang gangguan jiwa? Ada pula yang mengucilkan, menganggap sebagai sampah yang tidak layak hadir di tengah masyarakat. Bahkan masih ada lho orang yang mendaku diri sebagai bagian dari kaum intelektual yang sengaja cengengesan dan menggunakan diksi menghina ketika membicarakan tentang orang dengan gangguan jiwa dan masalah kesehatan jiwa.

Bahwa masih ada banyak permasalahan dan tantangan yang sesungguhnya perlu kontribusi kita bersama dalam penanggulangan masalah kesehatan jiwa. Ini bisa dimulai dari sikap dasar dan langkah langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh siapapun.

Simak obrolan Dipodjok KH Files yang membahas problematika kita bersama ini di tautan berikut (Part1… segera menyusul Part2):

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar