Ketela ‘Klenthengan’ Ditanam Lintas Generasi Petani Selatan Gunungkidul

oleh -
Petani warga Paliyan, Supardi. KH.
kadhung tresno

Selama menanam bertahun-tahun, tak ada kendala berarti saat perawatan hingga memasuki masa panen. Hama yang muncul biasanya mengancam kesehatan ketela dinamakan ‘banci’. Gejalanya pangkal batang ketela terlihat memutih. Agar tak semakin menjadi, bagian batang memutih cukup diusap dengan tanah basah.

Dirinya mencontohkan hasil, untuk lahan miliknya seluas 450 meter persegi, setiap panen memperoleh 25 karung sak dengan bobot rata-rata 30 kg ketela kering. (Kandar)

Komentar

Komentar