“Cuaca panas yang cukup terik berdampak pada hasil panen tembakau. Hasilnya cukup bagus,” Kata Rismianto, Rabu, (31/07/2019) sore.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bulan ini sudah masuk musim panen. Sebagian besar petani sudah memanen tembakau mereka yang ia tanam sekitar 3 bulan yang lalu.
Petani tembakau pun senang. Pasalnya, selain kualitas daun tembakau yang dihasilkan cukup bagus, harga jual hasil panen juga terbilang lumayan.
“Biasanya harga daun tembaku kering berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram,” jelas Rismianto.
Rismianto menerangkan, para petani banyak yang tidak menjual daun tembakau dalam bentuk daun basah, melainkan cenderung menjual daun tembakau yang sudah dirajang kering. Dengan cara ini harga jual tembakau menjadi semakin tinggi.
“Ya tergantung kualitasnya, kalau kualitasnya semakin bagus harga semakin tinggi, ” ucapnya.
Saat penjualan, petani juga sudah tidak perlu repot, mengingat pengepul daun tembakau akan datang ke desa tersebut untuk membeli daun tembakau kering.
“Biasanya perusahan rokok dari Klaten datang ke sini, nanti kalau harga tidak cocok kita jual ke pengepul lain, jadi lebih enak,” paparnya.
Meskipun demikian para petani di Desa Pampang berharap, harga daun tembakau bisa terus naik agar kesejahteraan para petani tembakau meningkat.
“Harga rokok aja tiap tahun naik kok, masa harga daun tembakau nggak dinaikin,” pungkas dia. (Huri Ananda)