Kegigihan Agung Ginanjar Memproduksi Alat Musik Drum

oleh -
Agung Ginanjar dan drum produksinya. Dok: Atmaja.
kadhung tresno
Agung Ginanjar dan drum produksinya. Dok: Atmaja.
Agung Ginanjar dan drum produksinya. Dok: Atmaja.

WONOSARI,(KH) — Agung Ginanjar (30), pemuda dari Padukuhan Madusari Wonosari ini sangat gigih dalam usahanya memproduksi alat musik drum. Berawal dari kegemarannya memainkan alat musik drum, ia menjadi tertarik menekuni bisnis pembuatan drum. Hasil kegigihannya menjadikan produksinya diminati oleh band-band papan atas.

“Usaha ini berjalan sejak tahun 2012 lalu, ketika saya hendak membeli satu set drum namun tidak jadi membelinya karena harganya yg cukup mahal. Saat itu saya mulai berfikir untuk bisa membuat sendiri alat musik drum,” ucapnya, Sabtu (07/03/2015).

Ia kemudian mencoba membuat sebuah drum. Pada percobaan pembuatan yang pertama kali gagal. Alat cetak yang digunakan belum bisa menghasilkan sebuah drum yang berkualitas.

Kegagalan tersebut justru membuatnya semakin penasaran dan mencari berbagai cara untuk dapat memproduksi drum dengan kualitas terbaik.

“Karena baru awal, setiap kekurangan menjadi pembelajaran tersendiri untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Setelah melakukan beberapa kali percobaan, Agung pada pada penghujung tahun 2012 mampu membuat sebuah drum yang berkualitas. Hasil produksinya dicoba dipergunakan dalam beberapa konser musik. Dari sini ia banyak mendapat masukan positif untuk memperbaiki produksinya.

Seiring  berjalannya waktu, beberapa band lokal tertarik menggunakan drum buatan Agung. Bahkan beberapa band papan atas seperti Sheila On 7, Superman is Dead, dan Endang Soekamti menggunakan drum hasil karyanya.

“Pesanan juga sampai keluar negeri seperti Australia dan beberapa negara di Eropa,” paparnya.

Ia memberikan label pada drum buatannya dengan nama SMCD. Satu set drum SCMD dijual mulai dari harga Rp 7 juta sampai puluhan juta. Ia dapat membuat produk drum sesuai dengan permintaan pemesan.

“Untuk drum kualitas konser paling murah seharga Rp 15-20 juta,” ujarnya.

Saat ini Agung terus mengembangkan produksi drumnya. Ia memiliki impian suatu saat produk yang dibuatnya bisa digunakan band papan atas dunia.  “Target ke depan, produk ini bisa dikenal oleh pemusik papan atas dunia,” pungkas Agung. (Atmaja).

Komentar

Komentar