Ke Gunungkidul: Sandi Bacakan Dua Pantun Mirip di Tayangan Pesbukers, Begini Bunyinya

oleh -
kemenparekraf
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno sedang membaca puisi. (KH/ Kandar)

PATUK, (KH),– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno kemarin, Senin (11/10/2021) berkunjung ke Desa Wisata Nglanggeran di Kapanewon Patuk, Gunungkidul. Serangkaian kegiatan dilaksanakan menteri yang terkenal tajir itu bersama rombongan.

Saat di Embung Nglanggeran lelaki berkacamata itu sempat menyanyikan lagi banyu Langit yang mengangkat pamor Gunung Api Purba Nglanggeran. Suami dari Noor Asiah Abdul Aziz ini juga menyempatkan menuliskan kesan dan pesan bersamaan dengan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.

Pada bidang kanvas yang dibentangkan berbentuk persegi empat, Mas Menteri Kabinet Indonesia Maju ini menulis “Ayoo Desa Wisata Nglanggeran Gunkit!!! Please stay safe, stay healty stay beautifull & amazing memories. Love you all…”.

Sementara isi kesan dan pesan Sunaryanta berbunyi “Gunung Api Purba distinasi menarik bagi para pecinta alam. Sukses selalu”.

Tak hanya itu saja, dalam lawatan bertajuk Tour D’jogja itu dirinya menyempatkan berpantun. Gaya membaca pantun mirip dengan tayangan televisi Pesbukers, tayangan dengan format hiburan yang berkali-kali mendapat peringatan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Setiap satu baris pantun yang dibaca Sandi disahut oleh hadirin dengan kata “cakeep”.

Pergi ke danau memancing ikan (cakeep)

Ikannya kenyang tak ada yang didapet (cakeep)

Desa Wisata Nglanggeran kini menjadi andalan (cakeep)

Untuk bangkitkan perekonomian rakyat (yeee..)

Tak puas dengan satu pantun. Calon wakil presiden bersama Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden 2019 ini membaca lagi satu pantun.

Mencari sunrise bersama teman (cakeep)

Sampai di lokasi masih tertutup awan (cakeep)

Kalaulah mencari desa wisata berkelanjutan (cakeep)

Tentu Desa Wisata Nglanggeran yang jadi pilihan (hooyy..)

Pantun Sandiaga itu lantas mendapat tepuk tangan dan sorak sorai dari rombongan yang ia bawa sekaligus pengelola Desa Wisata Nglanggeran. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar