Kapal Dari KKP Ke Nelayan Gunungkidul Terhalang Prosedur Dan Kesesuaian Spesifikasi

oleh -
Kapal nelayan di pantai Sadeng. foto: DKP Gunungkidul
iklan dispar
Kapal nelayan di pantai Sadeng. foto: DKP Gunungkidul
Kapal nelayan di pantai Sadeng. foto: DKP Gunungkidul

WONOSARI, (KH)— Tidak sesuainya jenis kapal dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditawarkan ke nelayan di pantai selatan Gunungkidul merupakan salah satu hal yang membuat gagalnya realisasi penerimaan kapal itu.

Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunung Kidul Rujimanto, bersama anggota nelayan ia memberikan penilaian bahwa kapal berukuran 10 Gross Ton (GT) dari KKP itu tidak cocok apabila digunakan di Gunungkidul.

Rujimanto memastikan, bahwa kapal berukuran agak besar berbahan kayu yang dilapisi fiber glass itu tidak cocok untuk tipe pantai berkarang di Gunungkidul. Menurut dia, apabila fiber terkena karang dengan mudah dapat pecah, lalu bahan kayu yang tidak berkelas itu dimungkinkan akan mudah lapuk.

“Bentuk kapal juga tidak sesuai dengan karakteristik ombak, yang jelas desainnya  tidak sesuai,” ungkap dia, Jumat, (17/6/2016).

Demikian juga diungkapkan ketua perkumpulan nelayan Pantai Baron, Sumardi, selain kapal dinilai terlalu besar, ia menuturkan penerima kapal haruslah berada di dalam sebuah wadah koperasi nelayan yang telah berbadan hukum.

“karena kapal dianggap terlalu besar kami punya permintaan ukurannya maksimal 3 GT saja,” kata Sumardi.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Agus Priyanto saat dihubungi menguraikan urungnya kapal yang akan diterima nelayan Gunungkidul tersebut. Yang benar nelayan bukan melakukan penolakan, kata dia, tetapi kapal ukuran 10 GT menurut nelayan untuk saat ini tidak sesuai dengan faktor pendukung lainnya apabila berlayar dan berlabuh di Gunungkidul.

“Ada 10 kapal yang ditawarkan ke nelayan DIY, maka kami sampaikan kepada teman-teman nelayan, ternyata tidak cocok, lantas mereka meminta yang berukuran 3 GT saja,” kata Agus.

Maka, ia pun menyampaikan hal tersebut ke DKP DIY. Sebenarnya, sambung dia, akan diakomodir permintaan dari para nelayan mengenai permintaan ukuran kapal 3 GT tersebut, tetapi prosedur dan kewajiban yang harus terpenuhi sebagai penerima kapal harus berada di dalam wadah koperasi nelayan.

“Di Sadeng sebenarnya ada koperasi nelayan, tetapi sayang dinilai memiliki riwayat raport merah dalam pengelolaannya,” imbuh Agus. (Kandar)

Komentar

Komentar