Jatuh Dari Paralayang Setinggi 70 Meter, Warga Purwosari Meregang Nyawa

oleh -
Korban saat hendak dievakuasi. KH/ istimewa.
kadhung tresno
Korban saat hendak dievakuasi. KH/ istimewa.

PURWOSARI, (KH),– Suyadi (40) warga Gabug, RT 05/01, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul meregang nyawa setelah jatuh dari paralayang saat terbang.

Berdasar keterangan Kapolsek Purwosari, AKP Budi Kustanto, S.H., melalui Humas, Brigadir Chrismawan, korban meninggal dunia usai jatuh dari ketinggian sekitar 70 meter.

Kronologi kejadian disebutkan, korban menjadi petugas yang membantu saat paralayang hendak terbang atau biasa disebut engker. Ia bersama Slamet Khoirudin, (37) warga Malanggaten, Rt. 02/01, Balesari, Windusari, Magelang hendak membantu terbang tandem Ike Ayu Wulandari (23) warga Ngaglik, Batu, Kota Batu, Jatim dan Lutfi Wibisono, (20) warga Kledung, Temanggung.

“Pada saat datang angin besar datang Glader/ Parasut Paralayang langsung mengembang dan terbang, korban yang pada saat itu bertugas membantu juga ikut terangkat terbang,” terang Brigadir Chrismawan.

Lanjutnya, setelah ikut terbang sekitar 30 detik akhirnya korban jatuh dari ketinggian sekitar 70 meter di bibir Pantai Parangendog, Durun Parangrejo, Desa Girijati. Kemudian korban dievakuasi dan dibawa ke UPT Puskesmas Purwosari oleh Tim Sar dan anggota kepolisian setempat.

Karena cidera serius pada beberapa bagian tubuh korban meninggal dunia usai terjatuh. Berdasar pemeriksaan medis korban mengalami patah siku kanan, kaki kanan patah bagian lutut, leher patah serta trauma kepala berat.

Beberapa saksi atau yang terlibat pada kegiatan terbang tandem kemudian dimintai keterangan oleh unit Reskrim Polsek Purwosari. (Kandar)

Komentar

Komentar