Jadah Tempe Zarkasi Playen Miliki Rasa yang Khas

oleh -
Warung Jadah Tempe Mbah Zarkasi Playen. KH/Edo.
kadhung tresno
Warung Jadah Tempe Mbah Zarkasi Playen. KH/Edo.
Warung Jadah Tempe Mbah Zarkasi Playen. KH/Edo.

PLAYEN, (KH) – Warung jadah tempe Zarkasi milik Sri Hidayatun (47) ini memang dikenal mempunyai rasa khas jadah tempe di Gunungkidul. Warung jadah tempe ini berdiri sejak tahun 1952.

Ditemui ditempat berjualan di Desa Sumberjo, Kecamatan Playen, Sri Hidayatun mengatakan, dirinya telah membuat dan menjajakan jadah tempe sejak sepuluh tahun yang lalu. Usaha ini dilakukannya sebagai warisan usaha ibunya.

“Ibu saya Zarkasi (alm) memulai usahanya pada tahun 1952, lalu saya teruskan sejak 2000,”ujarnya.

Awalnya warung jadah tempe Zarkasi ini sangat lengkap jajanannya, tapi dengan seiring berjalannya waktu sekarang hanya jadah tempe saja yang dijajakan.

Walaupun begitu, warung jadah tempe Zarkasi ini telah menjadi langganan para pegawai di kota Wonosari, para komunitas sepeda, komunitas trail dari berbagai wilayah di Gunungkidul.

Dituturkannya, camilan jadah tempe ini berbahan baku ketan kelapa kedelai tahu dan ini memiliki resep warisan. Sri Hidayatun berupaya menjaga rasa khas dari jadah tempe tersebut agar bertahan dari waktu ke waktu. Dalam pembuatannya, dulu menggunakan dandang tapi sekarang menggunakan soblok, dulu memakai kayu tapi sekarang memakai kompor.

” Racikan resep dari ibu saya akan tetap saya jaga,” tambahnya.

Dalam sehari warung jadah tempe Zarkasi bisa menghabiskan 150 tempe 150 jadah dan 70 tahu. Dari berjualan jadah tempe ini, Mbah Zarkasi bisa menyekolahkan anaknya sampai lulus SMA. Warung jadah tempe Zarkasi buka pada pukul 07.30 sampai pukul 13.00. Irisan jadah yang lembut dan baceman tempe yang mempunyai rasa khas serta dipadukan dengan wedang teh gula batu menjadi paduan yang cocok yang disediakan warung jadah tempe Zarkasi ini. (Artikel kiriman Edo Nurgantoro, Playen).

Komentar

Komentar