Investor Brunei Darussalam Siap Tampung Mocaf Gunungkidul

oleh -
Singkong produk Gunungkidul. Dok: KH
iklan dispar
Singkong produk Gunungkidul. Dok: KH
Singkong produk Gunungkidul. Dok: KH

WONOSARI, (KH) — Petani di Gunungkidul mendapatkan angin segar, pasalnya, tepung mocaf, tepung berbahan dasar singkong kini tidak hanya diminati oleh pasar lokal tetapi mulai dilirik oleh investor  dari negara tetangga.

“Investor asal negera Brunei Darussalam berani menampung tepung mocaf sebesar 40 ton per bulan,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Energi Sumber Daya Mineral (Disperindagkop ESDM) Gunungkidul Hidayat, Senin (22/12/2014).

Hidayat mengatakan, kabar gembira ini datang setelah investor asal Brunei Darussalam mengunjungi Gunungkidul beberapa saat lalu. Berdasarkan pemaparan beberapa produk di Gunungkidul, mereka memilih mocaf.

“Peluang bisnis ini cukup bagus meski saat ini baru sebatas wacana, dan akan segera kita tindak lanjuti,  jika peluang ini digarap serius pastinya akan berdampak pada peningkatan perekonomian di masyarakat,”kata Hidayat.

Dia mengatakan, investor Brunei Darusalam meminta pengiriman setiap bulannya 30-40 ton per buk\lan atau 2 kontainer. “Kami sudah melakukan kalkulasi, dan hasil produksi kami bisa mencukupi, tentunya akan kita tingkatkan kualitas mocaf agar mereka tidak kecewa,”jelasnya.

Sementara Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Gunungkidul Aziz Saleh mengungkapkan, sudah mulai banyak investor yang melirik Gunungkidul, bahkan permodalan ada peningkatan dua kali lipat.

“Tahun lalu permodalan 11 miliar, saat ini menjadi 20 miliar, jumlahnya meningkat meski hanya ada penambahan 1 investor yang masuk,”jelas Aziz.

Aziz mendukung sepenuhnya jika ada investor asal Brunei Darussalam yang mulai melirik tepung mocaf produksi Gunungkidul. Peluang ini hendaknya juga diikuti dengan peningkatan kualitas produk yang dikirim tidak merugikan investor.

“Hingga saat ini investor yang masuk berjumlah sembilan, pencatatan yang dilakukan baru sebatas investasi menegah ke atas, dengan nilai nominal paling sedikit Rp500 juta,”paparnya. (Juju)

Komentar

Komentar