Inovasi Baru, Layani Wisatawan Anggota Pokdarwis Kenakan Pakaian Adat

oleh -
Anggota Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran mengenakan busana jawa saat melayani wisatawan. KH
iklan dispar
Anggota Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran mengenakan busana jawa saat melayani wisatawan. KH
Anggota Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran mengenakan busana jawa saat melayani wisatawan. KH

PATUK, (KH)— Desa Wisata Nglanggeran setiap waktu dan setiap tahun melakukan pengembangan untuk bisa menjadi Desa Wisata unggulan di Gunungkidul, D.I.Yogyakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Awal tahun kemarin salah satu anggota pengelola menerima penghargaan Kewirausahaan Budaya (Culturepreneur Award) karena mengangkat dan melestarikan kebudayaan lokal di Desa Wisata Nglanggeran sebagai kegiatan usaha ekonomi kreatif dan berdampak memberikan kesejahteraan masyarakat.

Kini Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga melakukan perkembangan dan inovasi untuk melestarikan kebudayaan dan adat di Desa Wisata Nglanggeran lebih masif lagi. Seluruh anggota Pokdarwis Nglanggeran mengenakan pakaian adat jawa saat menyambut dan melayani wisatawan yang mengunjungi Desa Wisata Nglanggeran.

Awal mulanya, sebagian pengelola menggunakan blangkon saja dalam kegiatan rapat, kenduri dan piket melayani wisatawan di kawasan ekowisata Gunung Api Purba meliputi Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, namun saat ini pakaian adat jawa lengkap akan wisatawan temui saat mengunjungi Desa Wisata Nglanggeran.

“Mulai Jum’at 8 Juli 2016 pengelola Desa Wisata Nglanggeran menjadikan pakaian adat jawa tersebut sebagai seragam pengelola,” kata Sekretaris Pokdarwis Nglanggeran, Sugeng Handoko, Sabtu, (9/7/2016)

Ungkapnya, Pembuatan seragam jawa lengkap (surjan, jarik, blangkon) berjumlah 154 stel seragam bagi seluruh anggota team menghabiskan dana Rp. 43.120.000, bersumber dari dana swadaya dan kas pengelola.

Seragam jawa dipakai pada libur lebaran kali ini pada hari Jum’at dan Minggu baik di Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran dan air terjun Kedung kandang.  Pokdarwis juga berencana akan menggunakan seragam jawa  dalam pelayanan di hari – hari libur atau hari – hari tertentu sesuai kesepakatan bersama.

“Ini salah satu wujud upaya pelestarian kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat di Desa Wisata Nglanggeran,” tambah Sugeng.

Menurutnya, pelestarian kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi poin penting bagi masyarakat Desa Nglanggeran yang masuk dalam Daerah Istimewa Yogyakarta, maka pihaknya juga berupaya menjadi masyarakat yang istimewa dengan kebudayaan dan kearifan lokalnya.

Selain itu, juga untuk mempertahankan dan mengembangkan Geopark Gunungsewu yang sudah ditetapkan oleh UNESCO masuk dalam UNESCO Global Geopark. “Mari memuliakan warisan bumi mensejahterakan masyarakat, Hamemayu Hayuning Budoyo,” ajak dia. (Kandar)

Komentar

Komentar