Hari Guru: Hari Monumental Jangan Hanya Potong Tumpeng dan Makan-makan

oleh -
Guru
Melukis sebagai simbolis pembukaan pameran seni rupa guru MGMP. (KH)

WONOSARI, (KH),– Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMP Gunungkidul menggelar pameran dan pertunjukan seni bertepatan dengan momentum Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun PGRI, Kamis (25/11/2021) di Taman Budaya Gunungkidul (TBG).

Ketua MGMP SMP Seni Budaya Gunungkidul, Agus Supriyono menyampaikan, ada 25 guru yang ikut menyemarakkan pameran atau pertunjukkan seni.

Dia menyebutkan, karya seni yang dipamerkan diantaranya terdiri dari 40-an karya seni rupa, pertunjukan seni musik 14 karya dan seni tari 8 karya.

“Dari 80-an anggota MGMP dari dulu yang aktif sekitar 25-an saja. Kami berharap tahun depan ada peningkatan,” harap Agus.

Guru SMP 3 Playen ini menilai, produktivitas guru utamanya mata pelajaran seni semakin hari dirasa menurun. Pihaknya secara terbuka menyayangkan kondisi tersebut.

Padahal, sambung dia, keaktifan guru akan sangat berpengaruh atau linier pada kreativitas anak. Guru yang pasif praktis akan sulit mendorong dan menunjang pengembangan potensi anak.

Pada momentum Hari Guru ini dia berharap, guru tidak hanya sebatas menggelar ritual potong tumpeng dan makan-makan saja tiap kali datang hari peringatan.

“Hari guru itu peristiwa monumental, semestinya guru merefleksi kinerja dan kontribusi nyata apa yang telah diberikan demi peningkatan kompetensi anak,” tandasnya.

Guru
Siswa menyaksikan karya guru. (KH/Kandar)

Dia mengajak semua guru punya komitmen untuk mengantarkan anak memiliki kompetensi sesuai jenjangnya. Berkarakter dan berkepribadian baik.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Drs Ali Ridlo, mengapresiasi pameran seni yang digelar guru seni budaya tingkat SMP. Pameran tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa.

“Kegiatan ini luar biasa. Sesuai tema, mari kembalikan dan pulihkan pendidikan,” ajaknya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto saat hadir memuji kreativitas guru seni budaya yang telah menggelar pameran selama beberapa tahun terakhir secara swadaya.

“Kami berharap guru berupaya dan reponsif terhadap tantangan pembelajaran masa pandemi. Sehingga risiko menurunya kompetensi siswa bisa diminimalisir,” Harap Heri. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar