Harga Sembako di Jepitu Cenderung Stabil

oleh -
Aktivitas perdagangan di Pasar Jepitu Girisubo. Foto: Rado.
iklan dispar
Aktivitas perdagangan di Pasar Jepitu Girisubo. Foto: Rado.
Aktivitas perdagangan di Pasar Jepitu Girisubo. Foto: Rado.

GIRISUBO,(KH)— Naiknya harga bahan bakar minyak beberapa hari yang lalu tidak membuat harga sembako di Jepitu langsung naik. “Ora mundak mas,regone isih podo”, ujar Edi, salah satu pedagang besar di Jepitu yang menjadi tempat kulak warung warung kecil, Selasa (7/4/2015).

Menurut Edi, masyarakat mulai terbiasa dengan harga bbm yang naik turun. Para pedagang kulakan sembako juga tidak lantas menaikkan harga.

Edi selama ini belanja kulakan ke Kota Wonosari menggunakan mobil bok sendiri. Sebagai pedagang yang melayani pengecer, harga barang yang dijualnya menyesuaikan siapa pembelinya.  Apabila akan dijual lagi, maka Edi memberikan harga kulakan, sedangkan untuk konsumen langsung dihargai sesuai harga pasaran.

Pantauan KH, harga sembako sesuai harga eceran di Jepitu adalah sebagai berikut: telur Rp 17.000/kg, minyak goreng curah Rp 10.000/liter, gula pasir Rp 10.500/kg, beras Rp 9.500/kg, teh Rp14.000,kopi Rp. 9000/satu renteng, mie rebus/goreng Rp 2000/biji, kecap botol tanggung Rp 5.500, susu kaleng Rp 9000.

Untuk kebutuhan pokok beras, warga Jepitu sebagian besar memilih menggiling gabah hasil panen sendiri daripada membeli. Selain memfaatkan dedaknya untuk pakan ternak, menggiling hasil panen sendiri juga menekan pengeluaran, sehingga warga tinggal membeli kebutuhan pokok yang lainnya, seperti membeli bumbu dapur atau untuk membeli bensin. (Rado).

Komentar

Komentar