Harga Gaplek Cuma Seribu Rupiah, Petani Semakin Merugi

oleh -
Hasil panen gaplek petani Gunungkidul
iklan dispar
Hasil panen gaplek petani Gunungkidul
Hasil panen gaplek petani Gunungkidul

WONOSARI, (KH)– Harga gaplek semakin anjlok memasuki pertengahan musim panen di bulan September. Beberapa hari terakhir harga gaplek di pasaran tengkulak dan pengepul saat ini berada pada kisaran Rp 1000/Kg, hingga menyebabkan petani merugi.

Kualitas gaplek yang buruk diperkirakan menjadi penyebab utama turunnya harga komoditi tahunan di Gunungkidul ini. Selain itu setok gaplek di tingkat tengkulak mengalami peningkatan, sementara daya beli di tingkat pengepul menurun.

Curah hujan yang masih sering mengguyur di beberapa daerah Gunungkidul menjadikan gaplek memiliki kualitas yang kurang baik. Karena hal ini, gaplek menjadi menghitam dan berbau tidak sedap karena proses pengeringan yang kurang sempurna.

“Masalah utama karena kualitas rendah dan tidak kering sempurna. Selain itu setok gaplek memang banyak pada tahun ini,” kata Wasirah, seorang pengepul gaplek di Desa Mulo.

Kenaikan harga gaplek, lanjut Wasirah, belum bisa dipastikan waktunya. Menurutnya gaplek yang berwarna hitam sulit untuk dipasarkan.

“Mending disimpan saja dulu untuk dibuat gatot. Atau bisa juga didistribusikan pada para pengusaha gatot,” imbuh Wasirah.

Telah empat hari terakhir ini banyak petani yang urung menjual hasil panennya. Kebanyakan dari mereka memilih menyimpan dan menunggu waktu jual hingga harga normal kembali.

Sebagian petani lain lebih memilih menyimpan gapleknya untuk cadangan makanan ternak. Mereka memilih cara ini karena kandungan gizi gaplek dinilai lebih baik dibandingkan konsentrat hewan, sementara harga gaplek jauh lebih murah.

“Dari pada harganya cuma seribu rupiah, mending dijadikan makanan ternak. Lebih hemat biayanya dibanding beli konsentrat hewan,” kata Siswoyo, Minggu (4/9/2016).

Komentar

Komentar