‘Gogoh Iwak’ Sebagai Upaya Pelestarian Telaga Ngrinjing

oleh -
Gogoh Iwak Telaga Ngrinjing
iklan dispar
Gogoh Iwak Telaga Ngrinjing
Gogoh Ikan Telaga Ngrinjing

TEPUS, (KH)–Tangkap ikan dengan tangan (gogoh iwak) bertempat di Telaga Ngrinjing, Padukuhan Kenis, Desa Purwodadi, Tepus di adakan oleh karang taruna dari empat padukuhan di Desa tersebut. Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Hari Rabu, (15/4/2015) pagi.

Wadah karang taruna bernama Catur Krida Manunggal merupakan gabungan dari 4 Padukuhan diantaranya, Padukuhan Kenis, Brongkol, Jimatan dan Grotan. Mereka bersepakat mengadakan kegiatan Gogoh Iwak sebagai upaya pelestarian telaga.

Kades Purwodadi, Sucipto menyambut baik inisiatif warga tersebut, kemasan kreatif dalam hal pelestarian lingkungan cukup menarik, dirinya berharap apa yang menjadi tujuan kegiatan dapat tercapai.

Dirinya mengakui, keberadaan telaga Ngrinjing sebagai salah satu telaga di wilayah itu kurang mendapat perhatian, selain pemanfaatan belum maksimal, warga cenderung mengabaikan kondisi lingkungan sekitar telaga, sehingga telaga paling alami di Purwodadi ini akhirnya mengalami kekeringan juga pada musim kemarau kemarin.

“Memang Ironis, suatu wilayah yang masih bermasalah dengan pemenuhan kebutuhan air tidak memperhatikan daerah tangkapan air seperti telaga ini,” ujarnya, Selasa, (14/4/2015). Dengan kegiatan ini selain sebagai upaya pelestarian telaga, lanjutnya, diharapkan masyarakat lebih peduli dengan melakukan tindakan nyata upaya penjagaan.

Dukuh Kenis, Dwi Feriyanto menyampaikan, antusiasme warga yang akan mengikuti kegiatan ini cukup tinggi, tercatat sebanyak 400 tiket telah habis pada hari sebelumnya. dikatakan olehnya, masyarakat yang akan ikut meramaikan sebagai peserta kegiatan ini dikenakan biaya Rp 5 ribu sebagai sumbangan kas karang taruna.

Secara teknis, jelas Dwi, kegiatan ini mengajak warga ramai-ramai datang ke telaga, dengan tujuan supaya mereka ingat manfaatnya di waktu yang lampau, saat ini walaupun tidak untuk dikonsumsi, tetapi masih sering dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci terutama musim kemarau. “gogoh iwak beramai-ramai semoga dapat memperbaiki dasar telaga (lendhut) secara alami sehingga mengurangi laju peresapan air dengan harapan air awet,” ungkapnya.

Penaburan ikan di Telaga Ngrinjing, dilakukan oleh panitia sejak sore, lantas dilanjutkan pengamanan hingga malam harinya. Dwi menambahkan, kisaran jumlah ikan yang ditabur mencapai sekitar 1000an ekor tersebut terdiri dari; Nila 50 Kg, Bawal 37 Kg, Tombro 21 Kg serta &  7 Kg Tawes.

“Ikan yang ditabur merupakan sumbangan dari Bupati, WALHI, Anggota DPRD, serta warga perantauan yang berasal dari wilayah sini,” pungkasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar