Goa Gelatik, Destinasi Wisata Alternatif Dari Goa Pindul

oleh -
Wisata susur goa, Foto: Dok. Dewa Bejo
iklan dispar
Wisata susur goa, Foto: Dok. Dewa Bejo
Wisata susur goa, Foto: Dok. Dewa Bejo

KARANGMOJO, (KH)–Desa Wisata Bejiharjo yang merupakan satu dari sekian kelompok penyedia jasa di Destinasi Wisata Goa Pindul menyediakan paket wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan Gua Gelatik yang terletak di Desa Bejiharjo, Karangmojo. Goa Gelatik merupakan salah satu goa dari ratusan goa di Gunungkidul yang terkenal lantaran keunikannya yang tidak terbantahkan. Panjang Goa yang mencapai 400 meter membuat wisatawan tidak rugi untuk memilih paket wisata susur goa yang disediakan pokdarwis setempat.

Bila pada umumnya Gunungkidul getol menawarkan wisata pantai yang menjadi andalan destinasi wisata, Dewa Bejo kini menawarkan paket wisata susur goa yang memberikan angin segar bagi pariwisata Gunungkidul. Beberapa fasilitas akomodasi dan sarana penunjang pariwisata tidak ketinggalan sudah dibangun disini guna kepuasan pengunjung. Hal tersebut pastinya membuat para pengunjung menambahkan tempat ini sebagai wisata yang masuk kedalam daftar kunjung selama di Gunungkidul.

Sensasi yang ditawarkan oleh paket wisata ini cukup memberikan pengalaman baru. Berpetualang dengan cara merangkak, membungkuk untuk menghindari stalagtit dari dinding goa menjadi kegiatan wajib bagi wisatawan yang masuk kedalam area goa tersebut. Namun pengunjung tidak usah khawatir, karena penyedia paket wisata sudah menyiapkan sejumlah perlengkapan seperti lampu, helm, tabung  dan juga tabung oksigen yang sewaktu-waktu bisa digunakan apabila oksigen menipis. Karena dinding goa memiliki tipe semi basah dengan sedikit air didalamnya sehingga untuk menikmati sensasinya tidak perlu memakai ban dalam.

“Berbagai paket wisata lain bisa dinikmati, tidak hanya Goa Gelatik. Goa ini juga sudah dilengkapi beberapa sarana penunjang yang bisa dimanfaatkan para pengunjung,” ucap Arif salah satu pengurus destinasi wisata Goa Pindul untuk Desa Wisata Dewa Bejo, Minggu (22/11). (Maria Dwi Anjani)

Komentar

Komentar