Gerobak Sampah Beroda Di RSUD Jalan Sendiri, Berikut Kemungkinan Penyebabnya

oleh -
Kepala Instalasi Sanitasi RSUD Wonosari, Priyatno Budiharto menunjukkan roda gerobak mudah menggelinding. KH/ Kandar.
iklan dispar

WONOSARI, (KH),– Belakangan ini warganet utamanya di Gunungkidul dihebohkan dengan video yang beredar berupa dua peristiwa yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari. Dua kejadian tersebut menurut pandangan umum memang dianggap ganjil.

Satu video yakni berjalannya sebuah gerobak sampah beroda tanpa ada yang mendorong. Mulanya gerobak sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) itu diam. Tiba-tiba meluncur lalu terguling. Satu video yang lain yakni terbukanya pintu gerbang belakang RSUD secara tiba-tiba, meski berdasar pengakuan satpam, sebelumnya telah dikunci.

Kepala Instalasi Sanitasi RSUD Wonosari, Priyatno Budiharto tak ingin menghubungkan kedua peristiwa tersebut dengan hal-hal mistis atau gaib. Dirinya mengklaim ada beberapa kemungkinan rasional yang menyebabkan kedua hal tersebut terjadi.

Untuk gerobak sampah, ungkap dia, beberapa faktor kemungkinan diantaranya karena letak parkir gerobak memang berada pada lantai yang miring. Adapun roda depan gerobak memang didesain dapat berputar 360 derajat.

“Penyebab roda berbelok lalu meluncur dimungkinkan karena ada getaran tanah. Di belakang memang sedang ada pekerjaan. Mobil pengangkut material belakangan sering ke luar masuk,” terang dia.

Sehingga, getaran dan gaya gravitasi membuat gerobak meluncur menuju ke tempat yang lebih rendah. Faktor tambahan lain, tidak menutup kemungkinan, adanya tekanan angin meski hembusannya tak kuat. Angin yang berhembus tersebut juga dapat memicu berubahnya posisi gerobak. Sehingga adanya getaran dan sedikit tekanan angin menggerakkan dan merubah posisi gerobak, lantas membuat roda depan gerobak berputar searah bidang miring (menuju ke arah yang lebih rendah) kemudian menggelinding.

Soal dekat dengan kamar janezah, sambung dia, sama sekali tak ada alasan yang logis yang bisa dijelaskan. Saat ini agar gerobak tidak mudah tergelincir roda depan diberi ganjal saat berhenti.

Sementara itu untuk pintu gerbang belakang yang terbuka sendiri, ia kuat menduga karena faktor tekanan angin. Petugas jaga memang sudah mengaku mengunci, namun bisa saja kacing gerbang belum terpasang sempurna. Sehingga pintu terbuka saat terhempas angin. “Ruang terbuka di sisi utara gedung, angin memang cenderung bertiup lebih kencang,” tukas Priyatno. (Kandar)

Komentar

Komentar