Gepeng Pilih Buka Lapak Paket Internet Dini Hari, Emang Ada yang Beli?

oleh -
pulsa
Wahyu Kriswanto alias Gepeng. Dia memiliki rutinitas buka usaha jualan pulsa dan paket internet pada dini hari. (KH/ Ahid)
iklan golkar idup fitri

WONOSARI, (KH),– Cuaca Kota Wonosari, Gunungkidul sedikit mendung saat KH menyambangi lapak pulsa dan voucher internet milik Wahyu Kriswanto beberapa waktu lalu. Malam beranjak larut, tapi si pemilik lapak belum lama menggelar dagangannya persis di utara Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul.

Memang, metode berjualan yang ‘berbeda’ dilakukan oleh warga Wonosari, Gunungkidul ini. Dalam menjalani bisnis jualan pulsa dan paket internet, dia memilih membuka lapak dari malam  hingga dini hari.

Lelaki yang akrab disapa Gepeng ini mengutarakan awal membuka usaha tersebut pada tahun 2015. Dia membuka lapak menggunakan etalase kecil dari pukul 21.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB.

“Alasannya pesaing berkurang. Karena semua pada buka pagi hingga sore jelang malam. Selain itu kalau malam nggak panas juga,” kata bapak 1 anak ini.

Siang harinya, dia mengaku punya banyak waktu untuk main dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Dia yakin saja, meski buka malam hari pasti tetap ada pembeli.

“Saya pernah kecelakaan saat kuliah memasuki semester 3. Saya harus menjalani operasi di bagian kepala. Bahkan sempat koma selama 2 minggu,” kenang dia.

Proses pengobatan selanjutnya dia harus rutin minum obat. Gepeng kemudian berfikir bagaimana tetap bekerja menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan membeli obat terus menerus tanpa membebani orang tua.

Dia kemudian memilih mencari peluang untuk membuka wirausaha. Sebab ia menilai, dengan kondisi yang dialami peluang memperoleh pekerjaan kecil.

“Kalau malam aku muter Wonosari lihat situasi mencari ide dan peluang. Kemudian saya tetapkan pilihan membuka lapak pulsa dan voucher internet. Saya namai Samben Cell,” lanjut Gepeng mengisahkan.

Dia kemudian memilih menempati emperan toko di sebelah Pasar Argosari. Dekat pasar menjadi alasan karena selalu ramai banyak orang. “Sejak Pagi, siang hingga malam selalu ada orang. Kalau di alun-alun paling jam 21.00 WIB sudah sepi,” imbuhnya.

Gepeng berujar, peluang memang kecil karena orang jelas lebih banyak beristirahat pada malam hari. Namun, membuka usaha dekat dengan tempat berkumpulnya orang dalam jumlah banyak, sekecil apapun peluang dagangannya terjual, diyakini masih tetap ada.

Keyakinannya terbukti, selama 7 tahun membuka lapak pulsa dan paket internet, tiap malam selalu saja ada pembeli. Bahkan banyak yang langganan, terutama kalangan anak muda. Sebagian diantaranya para bakul dan pedagang di pasar Wonosari.

“Ya karena berani bertahan, di seputar Wonosari orang-orang tahu di mana beli peket internet saat kehabisan pada tengah malam. Terkadang pembeli dari luar Wonosari pun ke sini kalau kehabisan pulsa atau paket internet,” kata Gepeng panjang lebar.

Dalam satu malam, omset yang dia peroleh tergolong lumayan. Sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000. Gepeng mengaku akan tetap menjual pulsa dan paket internet pada malam hari untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Sepertinya saya satu-satunya di Gunungkidul yang memilih waktu jualan voucher dini hari,” tukas lelaki kelahiran 1985 ini. (Ahid)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar